Lewati ke konten
NutriClinic
Food and Beverage

Bolehkah Penderita Tuberkulosis Mengkonsumsi Teh?

Ditulis oleh Silvia Bufa Amanda2 menit baca
Bolehkah Penderita Tuberkulosis Mengkonsumsi Teh?
Teh memiliki zat anti mikroba yang baik untuk mencegah penyakit tuberkulosis
Sumber gambar : https://www.freepik.com/free-photo/dry-tea-leaves-with-teapot-marble_12884170.htm#page=1&query=black%20tea&position=10

Halo NutriCiers!

Setiap tanggal 24 Maret, dunia memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia. Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan terdapat sekitar 480.000 insiden penyakit tuberkulosis dan terdapat 160.000 pasien tuberkulosis yang meninggal pada tahun 2016 di dunia. Di Indonesia, angka kejadian tuberkulosis juga masih tinggi. Pada tahun 2017 terdapat sekitar 425,089 kasus. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada angka 260.565 kasus.

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru sehingga menyebabkan penyakit tuberkulosis paru, namun tak jarang bakteri ini juga menyerang organ tubuh lain seperti ginjal, tulang belakang, otak, limfa, pleura, dan organ ekstra paru lainnya. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencegah salah satunya adalah konsumsi zat gizi seimbang.

Lalu bolehkah penderita tuberkulosis mengkonsumsi teh?

Teh merupakan salah satu minuman favorit masyarakat Indonesia. Teh biasa dikonsumsi dalam berbagai kesempatan seperti ketika bersantai, teman berbincang, ketika dalam perjalanan, ketika berada di kantor, dan berbagai kesempatan lain. Selain bermanfaat untuk melepaskan dahaga, banyak peneliti yang menyatakan bahwa teh memiliki berbagai manfaat kesehatan seperti dapat mencegah kelebihan berat badan, bersifat anti aging, mencegah stress dan cemas, serta anti kanker.

Tapi tahukah Sobat NutriCiers bahwa teh juga berpengaruh terhadap penyakit tuberkulosis? Penelitian yang dilakukan di Singapura menunjukkan bahwa teh mempunyai efek protektif terhadap penyakit tuberkulosis pada individu yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi alkohol, dimana konsumsi alkohol merupakan salah satu faktor risiko penyakit tuberkulosis.

Teh terutama teh hijau mengandung zat polifenol bernama epigalokatekin galat (EGCG) yang memiliki sifat antimicrobial. Epigalokatekin galat dapat menghambat enzim Mtb enoyl-acyl reductase (InhA) yang berfungsi untuk pembentukan mycolic acids. Mycolic acids ini merupakan salah satu komponen penyusun dinding sel bakteri penyebab tuberkulosis. Dengan rusaknya dinding sel maka bakteri penyebab tuberkulosis akan mati. Kandungan polifenol berupa teaflavin pada teh hitam juga diketahui memiliki efek antimicrobial yang sama dengan EGCG pada teh hijau.

Jadi, apakah pasien tuberkulosis boleh mengkonsumsi teh? Jawabannya boleh. karena teh mengandung zat polifenol yang dapat membunuh bakteri tuberkulosis.

Nah sekian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat untuk SObat NutriCiers semua!

Salam gizi, sehat berkualitas!

Tag:#bakteri#Hari TB sedunia#Healthy#Information#minuman#Mycobacterium tuberculosis#news#Polifenol#sehat#Teh#tuberculosis#tuberkulosis

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Memperingati Hari Ginjal Sedunia

Yuk, jaga kesehatan ginjal kita! Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-vector/gradient-kidney-day-illustration_12302141.htm#page=1&query=kidney%20day&position=0 Hai, NutriCiers! Setiap tahunnya,

Shabrina Olivia Mumtaz