Jambu Biji Sebagai Solusi Penangan Demam Berdarah!
Hai Nutriciers!
Demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes khususnya Aedes Aegypti sebagai vektor utama. Virus dengue sering terjadi pada daerah tropis dan subtropis seperti di Indonesia, dimana iklim ini sangat cocok bagi perkembangan penyakit yang dibawa oleh vektor. Penyebaran dengue dipengaruhi faktor iklim seperti curah hujan, suhu dan kelembapan. Kelembapan yang tinggi dengan suhu berkirsar antara 29-32oC membantu aedes bertahan hidup untuk jangka waktu yang lama. Selain itu curah hujan yang tinggi mengakibatkan air menggenang di suatu media menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Gejala dari demam berdarah pada tahap awal adalah demam tinggi mendadak selama 2-7 hari (38-40oc).
Salah satu tanda demam berdarah yaitu hasil labolatorium berupa penurunan jumlah trombosit <150.000 sel/nm yang dapat mengakibatkan trombositopenia. Terjadinya trombositpenia karena terinfeksinya sel endotel di sumsum tulang, yang mana sel terinfeksi (salah satunya trombosit) akan menjadi nekrotik, sehingga menurunkan hemopoiesis dan trombogenisitas sel endotel. Oleh karena hal tersebut, sel trombosit akan menurun jumlahnya, yang mana sebelumnya terbentuk dengan pematangannya selama 7-10 hari. Trombosit ini penting dalam penghentian perdarahan akibat luka.
Jambu biji ( Psidium guajava) diketahui mampu meningkatkan trombosit karena kandungan senyawa tannin dan flavonoid yaitu kuersetin. Kuersetin bertindak sebagai antioksidan yang mempengaruhi diferensiasi sel dan meningkatkan sitokin yang merangsang pembentukan megakarioblast (yang mana akan berdiferensiasi menjadi megakariosit). Megakarioblas diubah menjadi megakriosit dengan bantuan trombopoietin. Oleh sebab itulah, pemberian ekstrak jambu biji diduga dapat meningkatkan jumlah trombosit pada penderita DBD karena terjadi peningkatan jumlah megakariosit. Namun, perlu diketahui juga bahwa pemberian jambu biji pada orang normal dirasa kurang mempengaruhi karena tidak terjadi peningkatan jumlah megakriosit atau trombosit, sehingga hanya cocok untuk penderita demam berdarah.
Selain kuersetin, jambu biji juga memiliki kandungan asam askorbat atau vitamin C sebesar 126 miligram vitamin C (lebih dari AKG sebesar 90 miligram). Kandungan vitamin C dalam jambu biji dapat meningkatkan kekebalan tubuh dalam melindungi individu dari virus atau bakteri. Manfaat pohon jambu biji pun tidak hanya terbatas dalam penggunaan bijinya, namun juga dapat digunakan sebagai pengobatan seperti batuk, demam, diare, sembelit dan merangsang enzim saluran pencernaan. Selain itu nutriciers, dalam konsumsi jambu biji, kalian dapat mencoba mengolahnya dalam berbagai bentuk makanan, seperti dalam bentuk pudding maupun jus (dikonsumsi satu kali per hari) sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi yang dikonsumsi.
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
