Salah Satu Faktor Penyebab Hipertensi Pada Lansia:Pola Makan
Halo Nutriciers!
Hipertensi merupakan salah satu penyakit degenaratif yang memiliki tingkat mortalitas cukup tinggi sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidup dan produktivitas seseorang. Hipertensi seringkali dianggap silent killer, karena banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki penyakit hipertensi dan baru mengetahuinya ketika sudah parah. Hal tersebutlah yang menyebabkan peningkatan penderita hipertensi setiap tahunnya. RISKESDAS memaparkan pada usia 55-64 tahun terjadi peningkatan 9.3% dimana pada tahun 2013 sebanyak 45.9% dan tahun 2018 sebanyak 55.2%. Sedangkan pada usia 65-74 terjadi peningkatan 5.6% yaitu pada tahun 2013 sebanyak 57.6 % dan tahun 2018 sebanyak 63.2%.
Seseorang dikatakan hipertensi jika tekanan darah sistole >140 mmHg dan tekanan darah diastole >90 mmHg. Hipertensi terjadi karena beban kerja jantung berlebih saat memompa darah ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi. Manifestasi dari hipertensi yang utama yaitu kardiovaskuler, jika tidak segera diatasi dapat menyebabkan stroke, gagal jantung, gagal ginjal, gangguan penglihatan dan demensia. Hipertensi dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya yaitu faktor genetika, usia, jenis kelamin, ras dan lifestyle. Salah satu yang termasuk lifestyle yaitu kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik dan pola makan yang kurang benar.
Diketahui, semakin bertambahnya usia maka akan terjadi penurunan fungsi organ tubuh. Peningkatan tekanan darah pada lansia disebabkan adanya penebalan dinding arteri karena penumpukkan zat kolagen di lapisan otot, sehingga berdampak pada pembuluh darah lama-lama akan menyemput dan kaku. Jenis hipertensi yang sering dialami pada lansia yaitu Hipertensi sistolik terisolasi (HST) dimana terjadi peningkatnya tekanan sistolik yang menyebabkan besarnya kemungkinan timbulnya kejadian stroke dan infrak myocard bahkan walaupun tekanan diastoliknya dalam batas normal. Sebuah penelitian memaparkan bahwa terdapat 87% kasus dengan rentang usia 50 sampai 59 tahun yang menderita penyakit ini.
Pola makan bagi penderita hipertensi yaitu dengan banyak konsumsi makanan seperti ikan, telur, susu, kacang-kacangan, sayuran dan buah-buahan dan mengurangi asupan garam. Pola makan dengan mengurangi asupan garam (Natrium) dapat menurunkan tekanan darah dan kejadian hipertensi, namun dapat juga dikaitkan dengan penurunan morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskular. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi konsumsi garam di rumah adalah dengan tidak menambahkan garam selama menyiapkan makanan, tidak memiliki tempat garam di atas meja, membatasi konsumsi jajanan asin dan memilih produk dengan kandungan natrium lebih rendah. Untuk orang dewasa konsumsi garam perhari dibatasi maksimal sebanyak 5 gram.
Hipertensi menyebabkan imunitas pada lansia menurun, untuk itu perlu adanya pengaturan pola makan yang benar seperti menjauhi asupan garam.
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
