Lewati ke konten
NutriClinic
Sports and Beauty

Kehilangan Pendengaran Akibat Penyakit Kardiovaskular, Yuk Cegah dengan Olahraga dan Diet!

Ditulis oleh Nadia Rana Nabila2 menit baca
Kehilangan Pendengaran Akibat Penyakit Kardiovaskular, Yuk Cegah dengan Olahraga dan Diet!
Tersumbatnya suplai darah ke telinga akibat penyakit kardiovaskular dapat menyebabkan kerusakan pada telinga
Sumber gambar : https://www.freepik.com/free-photo/portrait-frowning-frustrated-bearded-male-pensioner-striped-shirt-keeping-hand-his-ear-listening-attentively-trying-hear-indistinct-talking-hearing-problems-eavesdropping_11102407.htm#page=4&query=ears&position=39

Halo NutriCiers!

Kebanyakan orang mengira bahwa kehilangan pendengaran merupakan hal yang wajar dialami seiring bertambahnya usia. Padahal, ia dapat dicegah, lho! Salah satu pencegahan kehilangan pendengaran adalah dengan menjaga kesehatan kardiovaskular.

Penyakit kardiovaskular adalah penyakit-penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, misalnya serangan jantung, hipertensi, dan stroke.  Penyakit kardiovaskular biasanya disebabkan oleh adanya penyumbatan berupa penumpukan lemak dalam pembuluh darah. Lalu, apa sih hubungannya penyakit kardiovaskular dengan kehilangan pendengaran? Penelitian telah menemukan bahwa penyakit kardiovaskular dan faktor risikonya seperti merokok, berhubungan dengan kehilangan pendengaran.  Koklea merupakan bagian dari telinga dalam yang sangat sensitif terhadap penurunan aliran darah. Nah, ketika pembuluh darah yang menyuplai darah ke telinga tersumbat akibat penyakit kardiovaskular, maka telinga dapat mengalami kerusakan permanen yang tidak bisa disembuhkan. Oleh karena itu, kita harus mencegah penyakit kardiovaskular untuk mencegah komplikasi kehilangan pendengaran.

Tahukah NutriCiers? Penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang berkembang secara diam-diam dan ketika muncul gejala artinya penyakitnya sudah parah, lho. Tapi, kabar baiknya penyakit ini sangatlah bisa dicegah. Yuk, kita terapkan tiga langkah ini untuk menjaga kesehatan kardiovaskular dan mencegah kehilangan pendengaran!

1. Olahraga Secara Teratur

Olahraga terbukti dapat menurunkan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Orang dewasa dianjurkan untuk melakukan setidaknya 150 menit/minggu aktivitas fisik aerobik intensitas sedang atau 75 menit/minggu aktivitas fisik aerobik intesitas kuat atau kombinasi keduanya. Pilihlah jenis olahraga yang paling Anda sukai dan memungkinkan untuk dilakukan, mulai dari berlari hingga berenang. Mulailah olahraga dari intensitas yang mampu Anda lakukan kemudian tingkatkan secara perlahan.

2. Mengontrol Asupan Makan

Konsumsi banyak buah dan sayur serta membatasi konsumsi lemak jenuh, lemak trans, gula, garam, dan alkohol dapat mencegah penyakit kardiovaskular. Pilihlah minyak yang tinggi kandungan lemak tidak jenuhnya seperti minyak kanola. Direkomendasikan untuk mengonsumsi 1-2 porsi/minggu ikan berlemak seperti sarden, tuna, dan makerel. Anda juga bisa menerapkan prinsip diet DASH atau Mediterania untuk mendapatkan panduan makan yang sehat.

3. Berhenti Merokok

Ketika seseorang berhenti merokok tembakau, risiko pengerasan dan penyumbatan pembuluh darah akibat merokok segera menurun. Risiko penyakit jantung juga menurun berangsur-angsur. Jika Anda tidak merokok, maka sebisa mungkin hindari asapnya dan jangan pernah mulai merokok.

Kerusakan telinga akibat penyakit kardiovaskular dapat menyebabkan kehilangan pendengaran permanen. Yuk, kita cegah kehilangan pendengaran dengan menjaga kesehatan kardiovaskular! Berolahraga secara teratur, mengonsumsi gizi seimbang, mengontrol kadar lemak dan gula darah, serta menghindari rokok tembakau adalah gaya hidup sehat yang terbukti dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular di kemudian hari.

Salam Sehat, Gizi Berkualitas!

Tag:#diet#gaya hidup sehat#Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran Nasional#hipertensi#jantung#kehilangan pendengaran#olahraga#pembuluh darah#penyakit kardiovaskular#Telinga

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Menu Satu Hari Ramadhan untuk Remaja

Ramadhan telah tiba, saatnya berpuasa. Meskipun berpuasa, aktivitas harian tetap berlangsung tidak terkecuali bagi remaja. Remaja berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 t

Anita Rachmatun Nikmah