Yuk, Kenali Penyebab Asma pada Si Kecil
Hai, NutriCiers!
Asma merupakan salah satu permasalah kesehatan yang umum terjadi di tengah masyarakat, dengan perkiraan 300 juta orang di seluruh dunia menderita penyakit asma. Setiap tahun, setidaknya 250.000 orang meninggal akibat penyakit ini. Asma adalah gangguan inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang menyebabkan penyempitan pada saluran pernapasan. Gejala yang timbul seperti sesak napas, dada terasa berat, batuk pada malam dan dini hari, serta bunyi napas mengi. Asma biasanya dimulai pada masa kanak-kanak, tetapi tak menutup kemungkinan baru mulai berkembang saat dewasa. Sebelum masa pubertas, prevalensi asma pada anak laki-laki lebih besar daripada anak perempuan.
Asma bersifat fluktuatif atau hilang timbul karena bisa jadi tidak menimbulkan gejala sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, saat sedang timbul, gejala yang dihasilkan bisa ringan sampai berat, bahkan dapat menimbulkan kematian. Selain itu, asma dapat mengganggu aktivitas dan waktu produktif anak karena saat asmanya timbul, anak dapat kehilangan waktu belajar dan bermainnya. Maka dari itu, penting untuk mengetahui penyebab asma anak sedini mungkin.
NutriCiers, berikut ini adalah beberapa penyebab asma pada anak. Yuk, kita simak!
- Asap Rokok dan Polusi udara
Asap rokok dapat memberikan efek buruk yang lebih parah pada anak-anak karena saluran pernapasan anak lebih sempit dan menyebabkan napas anak lebih cepat. Akibatnya, saluran pernapasan anak lebih banyak terpapar asap rokok. Sementara itu, polusi udara dapat berasal dari polusi luar ruangan (asap kendaraan) ataupun polusi dalam ruangan (asap dari produk yang dibakar). Asap rokok dan polusi udara dapat memperburuk fungsi paru-paru, menurunkan respon penyembuhan dan meningkatkan risiko asma.
- Keturunan
Asma pada anak juga dapat diturunkan dari orangtuanya. Hanya saja, riwayat penyakit asma pada ibu diketahui lebih berpengaruh terhadap kejadian asma pada anak.
- Obesitas
Dampak obesitas pada asma sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi yang mungkin menyebabkan anak obesitas dapat terkena asma adalah berkurangnya kemampuan otot polos di saluran pernapasan, inflamasi di paru-paru serta dampak lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya asma.
- Kekurangan Vitamin D
Vitamin D memiliki peran dalam imunitas tubuh,salah satunya dapat mengurangi gejala asma. Studi menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dapat terlihat pada anak-anak yang mengalami asma.
- Alergi
Paparan dari alergen dapat menyebabkan saluran pernapasan memberikan reaksi berupa gejala asma. Alergen bagi penderita asma, yakni bulu hewan, serbuk sari, debu, dan tungau.
Nah, itu dia beberapa penyebab dari asma, NutriCiers. Pengetahuan dini mengenai penyebab asma dapat membantu NutriCiers dalam menyusun langkah preventif pencegahan asma pada anak. Semoga bermanfaat!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
