Diet untuk Mengurangi Inflamasi pada Penderita Lupus
Halo, NutriCiers!
Terdapat banyak jenis penyakit autoimun di dunia, salah satunya Lupus Eritematosus Sistemik (LES) atau biasa disebut dengan penyakit lupus. Pada penderita lupus, terjadi kelainan fungsi sistem kekebalan tubuh di mana tubuh tidak dapat membedakan benda asing di dalam tubuh dengan sel dan jaringan tubuh sendiri. Hal ini mengakibatkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel dan jaringan yang sehat. Penyebab munculnya penyakit lupus belum diketahui secara pasti, namun jumlah penduduk di Indonesia yang terkena penyakit ini cukup banyak, dengan temuan kasus meninggal dunia di tahun 2016 sebanyak 550 jiwa.
Lupus dapat mengakibatkan inflamasi atau peradangan di berbagai organ tubuh. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi inflamasi yang semakin parah yaitu dengan melakukan diet yang tepat. Pada dasarnya, tidak ada diet khusus bagi penderita lupus. Namun anjuran untuk memiliki pola makan yang baik, bergizi, seimbang dan bervariasi sangat penting untuk diterapkan untuk mengurangi kejadian inflamasi pada penderita. Berikut ini penjelasannya!
- Batasi Asupan Kalori
Pembatasan kalori sudah terbukti dapat memberikan berbagai manfaat bagi sistem kekebalan tubuh. Tujuan dari pembatasan asupan kalori yang tepat tentunya untuk menjaga berat badan agar ideal serta mengendalikan status gizi.
- Pilih Lemak Baik
Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol dan inflamasi, sehingga asupannya harus dibatasi. Hindari jenis makanan yang diproses dengan cara penggorengan. Oleh karena itu, lemak jenis PUFA lebih baik dikonsumsi oleh penderita lupus. PUFA atau asam lemak tak jenuh ganda terbukti memiliki efek anti-inflamasi serta dapat melindungi penderita dari radikal bebas. Omega-3 merupakan salah satu jenis PUFA yang banyak terkandung dalam minyak ikan, minyak zaitun serta jenis ikan seperti salmon, tuna dan sarden.
- Jangan Lupakan Protein
Ketika tubuh mengalami inflamasi, kebutuhan protein mengalami peningkatan. Penderita lupus dapat memperoleh sumber protein dari telur dan daging. Tetapi, perlu diketahui bahwa kebutuhan protein harus disesuaikan dengan status kesehatan penderita lupus.
- Lengkapi dengan Makanan Sumber Serat
Buah dan sayur merupakan sumber serat yang sangat kaya akan kandungan antioksidan. Beberapa antikosidan yang banyak ditemukan pada sayur dan buah adalah vitamin C dan flavonoid. Vitamin C banyak terkandung dalam jambu, jeruk, papaya serta brokoli, sedangkan jenis senyawa flavonoid banyak ditemukan pada selada, semangka, kiwi, tomat, apel dan seledri. Baik vitamin C maupun flavonoid, keduanya memiliki manfaat dalam mencegah terjadinya stress oksidatif, menangkal radikal bebas, dan mengurangi inflamasi.
Semoga bermanfaat, dan jangan lupa untuk konsultasikan kepada dokter serta ahli gizi untuk memastikan penanganan yang tepat bagi penderita lupus ya, NutriCiers!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
