Lewati ke konten
NutriClinic
Life Cycle Nutrition

Moms, Ini Pentingnya Konsumsi Air yang Cukup Saat Hamil

Ditulis oleh Ivana Gelasia Lamudji2 menit baca
Moms, Ini Pentingnya Konsumsi Air yang Cukup Saat Hamil
Cukup minum air saat masa kehamilan dapat mengoptimalkan pertumbuhan janin

Halo NutriCiers!

Seperti yang kita tahu, kebutuhan air itu penting untuk perkembangan dan keberlangsungan hidup.

Air yang masuk ke dalam tubuh bisa didapatkan lewat air mineral dan kandungan air di dalam makanan.

Sementara itu, ada 4 cara air keluar dari tubuh, yaitu melalui urin, feses melalui proses pencernaan, bernafas melalui sistem pernapasan, dan keringat melalui permukaan kulit.

Nah NutriCiers, keadaan air di dalam tubuh haruslah seimbang artinya jumlah yang masuk dengan yang dikeluarkan harus sama. Ketika asupan air berlebih maka muncul risiko hiponatremia (kadar natrium dalam tubuh rendah), sedangkan ketika asupan air kurang maka dehidrasi dapat terjadi.

Saat kehamilan, perubahan fisiologis terjadi sehingga asupan air meningkat. Oleh karena itu, WHO merekomendasikan minum 4,8 liter air setiap harinya saat kehamilan.

Wah, banyak juga ya air yang harus diminum, dan ternyata air juga penting untuk kehamilan lho. Yuk simak lebih dalam!

  1. Mencegah mual saat awal kehamilan

Berdasarkan penelitian, 50-70% ibu hamil merasakan mual atau muntah saat awal kehamilan karena kekurangan air atau asupan airnya lebih sedikit dibandingkan yang dikeluarkan.

Padahal, konsumsi air yang cukup itu penting bukan hanya untuk metabolisme ibu melainkan juga untuk si bayi, terutama saat awal kehamilan cairan akan lebih banyak dikeluarkan untuk kepentingan pertumbuhan bayi, maka itu asupan air juga harus seimbang ya.

  1. Mengoptimalkan pertumbuhan janin

Menurut Jurnal Gizi Pangan, dehidrasi pada ibu hamil juga dapat menyebabkan berat dan tinggi bayi yang lebih rendah.

Nah, asupan air penting untuk meningkatkan penyerapan dan transporatsi zat-zat dan nutrisi ke dalam sel tubuh, juga membuang zat sisa metabolisme.

Oleh karena itu, asupan air harus dijaga agar tetap terhidrasi sehingga pertumbuhan janin bisa mendapatkan kualitas nutrisi yang terbaik sekaligus mengoptimalkan pembuangan zat sisa supaya tidak membahayakan pertumbuhan janin. 

Perlu diperhatikan, dehidrasi saat kehamilan bisa ditandai dengan warna urin yang kuning pekat, frekuensi buang air kecil menurun, rasa haus dan mulut kering, sakit kepala, dan terkadang bisa terjadi kontraksi palsu.Jika hal ini terjadi, segera konsultasi ke dokter dan tingkatkan asupan air untuk kesehatan ibu dan janin.

Ternyata asupan air yang cukup saat kehamilan penting banget ya NutriCiers.

Karena itu, tetap konsumsi air mineral sesuai yang direkomendasikan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi ya, juga jangan lupa perhatikan kualitas air yang diminum supaya terhindar dari kontaminasi air. Yuk sama-sama konsumsi air yang cukup dan terus cek status hidrasi dengan langkah sederhana yaitu memperhatikan warna urin!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#air#air bersih#Air putih#anak#dehidrasi#Hari Air Sedunia#ibu hamil#kehamilan#kesehatan air#konsumsi#konsumsi ibu hamil#pertumbuhan dan perkembangan anak#Water

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Bolehkah memberikan susu sebagai menu sarapan anak?

Susu memiliki kandungan vitamin dan mineral yang baik untuk pertumbuhan bagi kemampuan kognitif serta perkembangan tubuh anak-anak. Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/little-kid-adorabl

Anisa Gita Ayu Sekarini