Lewati ke konten
NutriClinic
Medical Nutrition

HIV dan Wanita Hamil, Bayi, dan Anak

Ditulis oleh Mohammad Brachim Ansari4 menit baca
HIV dan Wanita Hamil, Bayi, dan Anak
HIV/AIDS pada ibu dapat menular ke bayi/anak saat masa kehamilan, persalinan, dan menyusui
Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/doctor-performing-ultrasound-scanning-her-pregnant-patient_9501376.htm

Hai NutriCiers!

Apa itu ODHA? Pasti banyak dari kita belum tahu mengenai ODHA, meskipun ada sebagian dari kita yang sudah mengetahuinya.

AIDS pasti kita semua pernah mendengar penyakit ini. Lalu apa hubungannya dengan ODHA?

Ya, ODHA adalah singkatan dari Orang dengan HIV dan AIDS. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah sejenis virus yang menyerang/menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya daya kekebalan tubuh manusia, sedangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya daya kekebalan tubuh yang sisebabkan oleh infeksi virus HIV.

HIV dan AIDS telah menjadi masalah darurat global. Di seluruh dunia, 35 juta orang hidup dengan HIV dan 19 juta orang tidak mengetahui status HIV positif mereka. Di kawasan Asia, sebagian besar angka prevalensi HIV pada masyarakat umum masih rendah yaitu <1%, kecuali di Thailand dan India Utara. Pada tahun 2012, di Asia Pasifik diperkirakan terdapat 350.000 orang yang baru terinfeksi HIV dan sekitar 64% dari orang yang terinfeksi HIV adalah laki-laki. Epidemi HIV/AIDS juga menjadi masalah di Indonesia yang merupakan negara urutan ke-5 paling berisiko HIV/AIDS di Asia.

Laporan kasus baru HIV meningkat setiap tahunnya sejak pertama kali dilaporkan pada tahun 1987. Lonjakan peningkatan paling banyak terjadi pada tahun 2016 dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebesar 10.315 kasus. Berdasarkan data dari Sistem Informasi HIV-AIDS (SIHA) dan Infeksi Menular Seksual (IMS), jumlah infeksi HIV dari tahun 2010-2017 pada kelompok usia 25-49 tahun merupakan usia dengan jumlah infeksi HIV paling banyak setiap tahunnya.

Bagaimana kita bisa tahu jika kita terinfeksi HIV atau tidak ?

Tes darah merupakan satu-satunya cara untuk dapat mengetahui apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak. Tes HIV merupakan prasyarat penegakan diagnosis, menghubungkan ODHA dengan layanan pencegahan dan perawatan secara lebih dini. Tes dan konseling HIV akan mendorong seseorang dan pasangan untuk mengambil langkah pencegahan penularan infeksi HIV.

Lalu, bagaimana dengan ibu hamil ODHA?

Dari sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMJ, telah menunjukkan bahwa infeksi HIV dikaitkan dengan berbagai tingkat hasil kehamilan yang merugikan, seperti peningkatan aborsi spontan, persalinan, kematian perinatal dan bayi, keterbelakangan pertumbuhan intrauterin, berat badan lahir rendah, dan chorioamnionitis (infeksi pada air ketuban dan ari-ari (plasenta) selama masa kehamilan).

Infeksi HIV juga dapat mengurangi kesuburan, terlepas dari tahap infeksi. Pada wanita yang terinfeksi HIV di Uganda memiliki tingkat kehamilan yang lebih rendah dan lebih banyak kehilangan kehamilan daripada wanita yang tidak terinfeksi.

HIV dapat diteruskan dari ibu ke anak kapan saja selama kehamilan, persalinan, dan menyusui. Ini disebut transmisi perinatal. Sebagian besar penularan terjadi selama periode intrapartum (proses persalinan dimulai hingga siap melahirkan). Transmisi akan bervariasi dari kurang dari 2% di negara maju (jalur transmisi melalui terapi antiretroviral, bagian caesar, dan susu formula) hingga lebih dari 30% di negara berkembang (jalur transmisi melalui terapi terbatas dan periode menyusui diperpanjang).

Jika sedang hamil atau berencana untuk hamil, lakukan tes HIV sesegera mungkin. Jika mengidap HIV, semakin cepat memulai pengobatan, semakin baik untuk kesehatan Anda dan bayi Anda dan untuk mencegah penularan HIV ke pasangan. Jika tidak mengidap HIV, tetapi pasangan mengidap HIV, konsultasilah kepada dokter.

Untuk bayi dengan HIV, memulai pengobatan sejak dini adalah penting karena penyakit dapat berkembang dengan cepat pada anak. Memberikan obat HIV sejak dini dapat membantu anak dengan HIV hidup lebih lama, hidup lebih sehat.

Apa yang dapat dilakukan jika Anda hamil dan memiliki HIV ?

  1. Kunjungi penyedia layanan kesehatan Anda secara teratur.
  2. Minum obat HIV seperti yang diresepkan untuk tetap sehat, melindungi pasangan Anda, dan melindungi bayi Anda. Minum obat HIV mengurangi jumlah HIV dalam tubuh (viral load) ke tingkat yang sangat rendah, yang disebut penekanan virus atau viral load yang tidak terdeteksi, mempertahankan viral load yang tidak terdeteksi adalah hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk tetap sehat dan membantu mencegah penularan ke bayi Anda.
  3. Risiko menularkan HIV ke bayi Anda bisa 1% atau kurang jika Anda: (1) Minum obat HIV setiap hari seperti yang diresepkan sepanjang kehamilan, persalinan, dan persalinan, (2) Berikan obat HIV kepada bayi Anda selama 4-6 minggu setelah melahirkan sesuai saran dokter.
  4. Jika viral load HIV Anda tidak berkurang, persalinan caesar juga dapat membantu mencegah penularan HIV.
  5. Jangan menyusui atau mengunyah makanan bayi Anda sebelumnya. Menjaga viral load yang tidak terdeteksi secara substansial berkurang, tetapi tidak menghilangkan. risiko menularkan HIV melalui menyusui. Anjuran di Amerika Serikat saat ini, ibu yang menderita HIV tidak boleh menyusui bayinya.
  6. Menjaga kesehatan tubuh. Penelitian mengevaluasi peran nutrisi dalam infeksi HIV pada awalnya berfokus pada penurunan berat badan atau lean body mass (LBM) dan kurus/gizi kurang. Masing-masing variabel ini ditemukan berkaitan dengan peningkatan risiko infeksi oportunistik (berbagai macam mikroba penyebabnya (bakteri, jamur, parasit, dan virus lainnya) muncul mengambil kesempatan selagi daya tahan tubuh sedang lemah-lemahnya) dan kematian. Nutrisi dan pola hidup yang tepat membantu perawatan kesehatan terbaik untuk ODHA dapat dilihat pada artikel berikutnya.

Mari kita cegah transmisi perinatal HIV dari ibu dan anak sebelum terlambat ya NutriCiers!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#Aids#anak#Bayi#bumil#busui#gaya hidup#gaya hidup sehat#gizi buruk#Healthy#HIV#ibu hamil#ibu menyusui#Infeksi#Information#kehamilan#kesehatan#laktasi#malnutrisi#nutrisi#obgyn#odha#orang tua#penyakit#status gizi#virus

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya