Intip Manfaat Puasa Nyepi Sehari Penuh Bagi Kesehatan!
Hai, NutriCiers!
Sebentar lagi, penduduk Bali akan merayakan hari suci sakral pertanda tahun baru saka bagi masyarakat Hindu disana. Ada yang tahu hari yang dimaksud?
Yap! Jawabannya adalah hari raya Nyepi. Kalau biasanya tahun baru identik dengan pasang kembang api, pesta barbeque, dan kemeriahan lainnya, berbeda halnya dengan Hari Raya Nyepi.
Di hari suci ini, umat Hindu menjalankan ibadah pengendalian diri baik secara fisik, emosi, dan nafsu dengan menaati 4 larangan utama, yaitu amati geni (tidak menyalakan api baik didalam diri maupun berupa aktivitas), amati karya (tidak melakukan kerja), amati lelanguan (tidak bersenang-senang/mencari hiburan termasuk makan dan minum), dan amati lelungan (tidak bepergian keluar rumah).
Dari sederet larangan yang ditaati umat Hindu diatas, salah satu yang menarik perhatian adalah ibadah puasa yang dilakukan mirip dengan puasa yang dilakukan umat Muslim pada bulan Ramadhan. Umat Hindu maupun umat Muslim melakukan puasa bukan hanya untuk menahan lapar dan haus, bukan hanya untuk berburu pahala, melainkan untuk menahan dan mengendalikan hawa nafsu, menjaga kata atau keinginan yang disampaikan dari mulut, dan mencermati apa-apa (makanan dan minuman) yang masuk ke dalam mulut.
Sekilas, terlihat mirip bukan? Namun, perbedaan sesungguhnya terletak pada durasi puasa yang dilakukan. Puasa pada umat Hindu disebut dengan upawasa, yang biasanya dilakukan selama sehari penuh pada hari puncak perayaan Nyepi. Lantas, adakah dampak berpuasa 24 jam jika dilihat dari perspektif kesehatan? Apakah tubuh manusia mampu? Mari simak jawabannya!
Dilansir dari jurnalNutrients, puasa yang dilakukan selama 24 jam dengan hanya membolehkan minum diketahui memiliki sejumlah manfaat yang ditandai dari penurunan atau peningkatan beberapa komponen biokimia, diantaranya:
- Menurunkan kadar urea darah, berkaitan dengan penurunan tekanan darah dan penurunan risiko penyakit jantung
- Penurunan kadar galasitol, yaitu jenis gula yang dalam kadar tinggi dapat menjadi toksik bagi sel saraf dan metabolisme
- Peningkatan kadar HDL (kolesterol baik), menurunkan risiko penyakit jantung
- Penurunan kadar asam amino prolin dan tirosin yang berhubungan dengan hilangnya gejala depresi, peningkatan fungsi kognitif, dan penurunan risiko resistensi insulin
Nah, jadi NutriCiers yang akan menjalani ibadah upawasa kelak jangan takut ya karena tubuh manusia sudah didesain sehebat mungkin untuk bisa menjalani perintah Yang Maha Kuasa. Tapi, jangan lupa untuk tetap memperhatikan konsumsi sebelum puasa dan pastikan dilakukan dalam keadaan sehat, okay!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
