Apa Benar Makanan Bersantan Khas Idul Fitri Menyebabkan Hipertensi?
Hi NutriCiers!
Tahun ini, Hari Raya Idul Fitri dirayakan pada tanggal 13 Mei. Sebagaimana yang NutriCiers tahu, bahwa makanan gurih, berlemak, dan bersantan seperti ketupat dan opor ayam sangat lekat kaitannya dengan perayaan ini. Sayangnya, asupan makan saat hari raya kadang menjadi tidak terkontrol dan hal inilah yang seringkali diabaikan efek sampingnya.
Makanan bersantan biasanya selalu dikaitkan dengan penyakit hipertensi. Namun, apakah itu benar?
Sebelum masuk ke topik tersebut, mari kita pahami hipertensi lebih lanjut. Hipertensi merupakan kondisi dimana adanya kenaikan tekanan darah secara signifikan sehingga melewati batas normal (140 mmHg/90 mmHg) dan mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terlambat sampai ke jaringan tubuh lainnya.Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 26% penduduk dunia mengalami hipertensi dan di Indonesia sendiri, prevalensinya sebesar 31,7%. WHO juga memproyeksikan bahwa hipertensi akan dialami oleh 1,56 miliar penduduk dunia di tahun 2025. Lalu, mengapa ini sangat berbahaya?
NutriCiers perlu tahu bahwa hipertensi merupakan penyebab utama stroke, gagal ginjal, jantung koroner, dan bahkan bisa berisiko pada kematian. Penyebab hipertensi dapat beragam meliputi genetik, umur, jenis kelamin, stres, konsumsi kopi, alkohol, dan yang paling utama adalah konsumsi makanan bersantan. Benar adanya bahwa makanan dengan lemak jenuh, khususnya makanan bersantan, dapat menyebabkan hipertensi. Tapi, bagaimana itu bisa terjadi?
Konsumsi makanan bersantan seperti opor, rendang, gulai, dan sejenisnya yang berbahan dasar santan, akan diolah oleh tubuh secara otomatis menjadi kolesterol. Kandungan kolesterol yang tinggi dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan penumpukan di dinding pembuluh darah arteri atau biasa dikenal dengan aterosklerosis. Kemudian, terjadilah kerusakan pembuluh darah sehingga kolesterol yang dibawa akan terus terperangkap pada dinding pembuluh darah dan terjadilah penyempitan pembuluh darah. Akibat dari kondisi tersebut adalah tekanan darah manusia menjadi tinggi dan melebihi batas normal, atau biasa disebut hipertensi.
Nah, maka dari itu penting bagi Nutriciers untuk tetap memperhatikan makanan yang dikonsumsi khususnya saat Hari Raya Idul Fitri agar tidak berdampak fatal. Bukan tidak boleh sama sekali ya, hanya saja batasi konsumsi santan dan jangan lupa imbangi dengan sayur dan buah! Nutriciers pun bisa mensubtitusikan santan dengan bahan dasar rendah bahkan tanpa lemak, seperti contoh susu skim. Susu skim adalah produk susu yang sebagian besar lemaknya telah dihilangkan, dipasteurisasi, disterilisasi, atau diproses secara UHT (Ultra High Temperature). Perbanyak olahan sayur dan sumber buah untuk mengganti dominasi dari makanan bersantan. Dengan itu, Idul Fitri tetap menjadi momen untuk dapat menikmati variasi berbagai macam olahan namun tetap sehat!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
