Mengatasi Diare pada Balita dengan Pangan Lokal
Halo NutriCiers!
Kementerian Kesehatan RI menetapkan tanggal 8 April sebagai peringatan Hari Balita Nasional. Dalam rangka memperingati Hari Balita Nasional, yuk kita ulas bagaimana kejadian diare pada balita dan cara mengatasinya!
Diare merupakan penyakit menular yang hingga kini masih menjadi masalah di negara berkembang seperti Indonesia. Diare diketahui menjadi penyebab kematian anak dan balita nomor satu di dunia. Kelompok usia yang rawan mengalami diare adalah balita berusia kurang dari 2 tahun. Mikroorganisme penyebab diare antara lain Eschericia coli enterotoksigenik, Shigella sp, Campylobacterjejuni, dan Cryptosporidium sp. Secara umum, ada 3 faktor penyebab diare pada balita, yaitu :
1) Faktor lingkungan.
Kondisi lingkungan yang buruk akan memperceoat proses penyebaran penyakit.
2) Faktor sosiodemografi.
Pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, serta umur anak berpengaruh terhadap kejadian diare pada balita.
3) Faktor perilaku dari orang tua.
Pemberian ASI eksklusif dan rajin mencuci tangan sebelum menyentuh balita dapat menurunkan risiko terjadinya diare.
Balita yang menderita diare akan mengalami gejala seperti cengeng, gelisah, demam, nafsu makan menurun, feses cair berwarna kehijauan yang dapat disertai dengan darah atau lendir, muntah, penurunan berat badan, lidah kering, dan dehidrasi. Tentu kondisi balita yang demikian akan membuat orang tua menjadi gelisah. Namun, tahu kah Moms kalau diare pada balita dapat diatasi dengan pangan lokal yaitu tempe?
Yap, tempe yang biasa Moms temui di pasaran merupakan salah satu pangan lokal yang dapat membantu penyembuhan diare. Tempe mengandung berbagai vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian bubur tempe dapat menurunkan frekuensi diare pada balita. Tempe dapat mengatasi diare karena tempe mengandung isoflavon yang bermanfaat untuk menurunkan adhesi (pertahanan hidup) bakteri, mencegah agregasi (penempelan bakteri pada dinding usus) bakteri, menghambat pertumbuhan bakteri patogen, serta meningkatkan mikroflora di usus.
Untuk membuat bubur tempe, pertama-tama Moms harus menyiapkan bahan berupa tempe, air matang, garam, gula, dan mentega. Setelah bahan disiapkan, untuk membuat bubur tempe Moms bisa mengikuti langkah berikut :
- Mengukus tempe hingga matang.
- Memasukan tempe yang telah dikukus, air matang, sedikit gula, garam, dan mentega ke dalam blender. Menghaluskan semua bahan dengan mem-blender hingga terbentuk tekstur seperti bubur.
- Bubur tempe siap disajikan.
Nah, mengatasi diare pada balita ternyata dapat kita lakukan dengan pemanfaatan pangan lokal pun dengan cara yang simple ya, NutriCiers. Semoga informasi di atas dapat membantu!
Salam gizi, sehat berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
