Talasemia Berpotensi Terkena Osteoporosis. Apa Hubungannya?
Sumber Gambar: https://www.pexels.com/photo/crop-unrecognizable-woman-showing-chiropractor-painful-spot-on-back-4506109/
Hai NutriCiers!
Tahukah anda salah satu penyakit bawaan yang dikenal dengan talasemia?
Penyakit talasemia merupakan suatu kelainan darah dimana gen yang terkait dengan produksi hemoglobin dalam tubuh mengalami gangguan dan kerusakan. Penyakit ini umumnya bersifat keturunan. Karena terdapat gangguan serta kerusakan produksi hemogoblin, mengakibatkan abnormalitas serta menurunnya jumlah rantai hemoglobin, anemia, pembentukan sel darah merah yang tidak efektif hingga kerusakan pada sel darah merah.
Selain itu, talasemia dapat menimbulkan komplikasi seperti kelainan kelenjar endokrin, penyakit tulang yang parah, penyakit hepatitis B dan C, serta penyakit hati yang kronis. Melihat dari berbagai komplikasi yang dapat di timbulkan, penderita talasemia pun juga dapat terkena osteoporosis.
Lalu, apa yang mengakibatkan penderita talasemia terkena osteoporosis?
Osteoporosis adalah kelainan tulang yang ditandai dengan kekuatan tulang yang terganggu sehingga beresiko terjadinya patah tulang. Penderita talasemia umumnya akan mengalami penurunan frekuensi kepadatan tulang mencapai 40-50% dan diperberat pada usia lanjut mencapai 90%.
- Adanya ekspansi sumsum tulang
Terjadinya ekspansi sumsum tulang ini diakibatkan oleh anemia dan pembentukan sel darah merah yang tidak efektif. Perluasan sumsum tulang ini berkontribusi pada penurunan kepadatan tulang.
- Transfusi darah
Transfusi darah memang salah satu perawatan talasemia, namun akan mengakibatkan kelebihan zat besi yang dapat memberikan efek toksik serta penurunan jumlah osteoblast, merusak maturasi osteoid, menghambat mineralisasi pada tulang serta berpotensi terjadinya osteomalasia
- Gangguan metabolisme endokrin
Kelenjar endokrin adalah organ dengan kepekaan yang sangat tinggi terhadap efek sitotoksik dari kelebihan zat besi sehingga dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang selanjutnya berpengaruh pada metabolisme tulang.
- Faktor pertumbuhan
Peningkatan level sitokin dan faktor pertumbuhan akan mendorong resorpsi tulang.
Tips mencegah osteoporosis pada talasemia
Tujuan pengobatan osteoporosis adalah mencegah patah tulang serta menstabilkan dan meningkatkan kepadatan mineral tulang. Tingkat pemeliharaan dan peningkatan massa tulang sangat luar biasa apabila penderita menerapkan gaya hidup sehat dan mengikuti instruksi yang tepat sehubungan dengan olahraga, nutrisi, dan perilaku yang meningkatkan metabolisme tulang. Berikut tips yang dapat diketahui
- Asupan vitamin D dan kalsium yang cukup secara signifikan berkontribusi untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan tulang dan mencegah perkembangan osteomalasia.
- Berjemur selama kurang lebih 20 menit setiap hari.
- Membatasi konsumsi garam, kafein, protein, dan minuman ringan berkarbonasi secara berlebihan yang dapat meningkatkan ekskresi kalsium dalam urin.
- Membatasi konsumsi alkohol dan berhenti merokok. Kebiasaan tersebut berdampak negatif terhadap kesehatan tulang dengan mengganggu fungsi normal sel tulang dan metabolisme kalsium.
- Olahraga. Selain berdampak langsung pada metabolisme tulang, olahraga meningkatkan fungsi kardiovaskular serta profil endokrinologis
Salam Sehat, Gizi Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
