Mengapa Olahraga Aerobik Cocok Bagi Lansia?
Hai Nutriciers!
Lansia merupakan tahap akhir dalam daur kehidupan manusia,pada tahap ini sering kali terjadi penurunan secara fisik dan fisiologis. Lansia dibagi menjadi empat yaitu pertama umur pertengahan (middle age) dengan rentang usia 45-59 tahun,umur lanjut (elderly) dengan rentang usia 60-75 tahun,umur tua (old) dengan rentang usia 76-90 tahun dan terakhir umur sangat tua (very old) dengan rentang usia >90 tahun. Perubahan fisik yang sering kali terlihat pada lansia yaitu seperti kulit keriput,rambut rontok dan berubah warna menjadi putih,penyusutan volume otot dan penurunan fungsi dan pengeroposan pada tulang. Adanya penurunan fisiologis pada lansia menyebabkan terjadinya kemunduran fungsi organ hubungannya dengan kardiorespirasi dan peningkatan lemak tubuh. Karena adanya perubahan fisik dan fisiologis sehingga lansia dengan mudah terserang penyakit,sering kali penyakit yang dialami lansia yaitu penyakit degenaratif seperti hipertensi. Hipertensi dikenal sebagai silent killer dan dapat berisiko menimbulkan kejadian stroke,penyakit jantung koroner,gagal ginjal dan gagal jantung.
Salah satu tolak ukur kesehatan lansia yaitu kebugaran jasmani,dimana dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah cedera. Otot-otot akan menjadi kuat dan memiliki fleksibilitas yang baik sehingga pada lansia aka memiliki ketahanan kardiorespirasi,kekuatan otot dan fleksibilitas yang baik serta mampu mempertahankan berat badan ideal. Seseorang dengan kebugaran jasmani yang buruk akan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari seperti mudah lelah. Maka dari itu sangat penting bagi lansia untuk melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang sering dilakukan oleh lansia seperti membersihkan rumah dan berkebun
Aktivitas fisik pada lansia perlu memperhatikan FITT (Frequency,intensity,time,type) salah satu yaitu aerobik. Latihan aerobik dengan intensitas ringan hingga sedang tidak menstimulasi proses glikolisis namun terjadi peningkatan oksidasi asam lemak atau lipolisis yang nantinya sebagai sumber energi. Diketahui otot menggunakan energi berasal asam lemak bebas dan trigliserida. Maka dari itu semakin lama kontraksi otot sebanding dengan peningkatan lipolisis,proses ini sangat dipengaruhi oleh hormon adrenalin. Karena adanya proses ini maka dapat menurunkan persentase lemak tubuh dan akan memiliki efek jika dilaukan selama satu jam atau lebih.
Latihan aerobik diketahui mampu memperlambat kemunduran fungsi organ dan penuaan maka dari itu lansia yang teratur melakukan latihan aerobik akan lebih terlihat awet muda. Frekuensi latihan aerobik yang disarankan yaitu 3 kali/minggu dengan setiap latihan 20-30 menit atau disesuaikan dengan kondisi lansia. Jenis latihan aerobik yang di sarankan bagi lansia diantaranya berenang,bersepeda,yoga,senam dan berjalan. Karena banyaknya dampak positif yang didapat pada lansia,maka dari itu pentingnya kesadaran pada lansia agar mulai membiasakan diri melakukan latihan aerobik sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
