Lewati ke konten
NutriClinic
Life Cycle Nutrition

Berat Badan Anak Tak Kunjung Naik? Yuk Kenali Tanda Anak Kurang Gizi!

Ditulis oleh Shelvi Sasmita4 menit baca
Berat Badan Anak Tak Kunjung Naik? Yuk Kenali Tanda Anak Kurang Gizi!

Halo NutriCiers!

Kurang gizi pada anak dapat berdampak buruk pada tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, orang tua harus memahami penyebab dan gejala anak kurang gizi, sehingga dapat mencegahnya. Anak yang bertubuh kurus tidak selalu kurang gizi.

Ada banyak faktor yang bisa mengakibatkan badan anak kurus. Faktor pertama adalah genetik. Jika Bunda dan Ayah memang bertubuh kurus, kemungkinan besar si Kecil juga memiliki proporsi tubuh yang sama terlepas dari sedikit banyaknya porsi makan anak.

Kedua adalah kerja metabolisme tubuh. Jika metabolisme tubuh anak tinggi, asupan kalorinya akan cepat terpakai. Jadi meski porsi makan anak banyak, badannya akan cenderung kurus.

Kurang gizi mengacu pada kondisi yang disebabkan oleh kekurangan makronutrisi, yaitu karbohidrat, lemak, dan protein atau mikronutrisi, yaitu vitamin dan mineral.

Menurut standar WHO dan IDAI, seorang anak dikatakan kurang gizi jika berat dan tinggi badannya berada jauh di bawah normal (di bawah -2 SD) dibandingkan dengan standar pertumbuhan anak.

Anak disebut berat badan kurang bila berat badannya lebih rendah dari 95% anak lain yang seusia atau setinggi dirinya. Dalam dunia medis, berat badan anak tidak hanya dibandingkan dengan usianya saja, tapi juga apakah berat badannya sesuai dengan tinggi badannya.

Kondisi kurang gizi pada anak bisa disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini:

1. Kebutuhan Kalori Tidak Tercukupi

Asupan kalori harian yang tidak terpenuhi dengan baik juga bisa menjadi penyebab anak kurang gizi.Hal ini bisa terjadi ketika porsi makannya selalu banyak tapi kandungan gizinya “kosong”.

Misalnya, karena sering jajan makanan kemasan. Kebiasaan makan yang tidak seimbang dengan aktivitas fisik juga berpengaruh. Contohnya anak aktif bergerak tapi malas makan sehingga berat badan anak stagnan.

2. Ketidaktahuan orang tua tentang gizi

Kurangnya pengetahuan orang tua terhadap pola makan sehat dan gizi seimbang merupakan penyebab umum kurangnya gizi pada anak.

Bila orang tua tidak mengetahui jenis dan jumlah zat gizi yang dibutuhkan anak, asupan zat gizi yang diberikan bisa tidak mencukupi kebutuhan anak sehingga ia menjadi kurang gizi.

3. Anak Picky Eater

Kurang gizi bisa terjadi karena si kecil suka pilih-pilih makanan. Jadi, yang masuk ke mulutnya hanya makanan yang itu-itu saja. Jenis makanan yang sama membuat asupan zat gizinya tidak variatif.

Padahal, kekurangan salah satu jenis zat gizi saja dapat mempengaruhi keoptimalan tumbuh kembang si Kecil. Jika hal ini terjadi dalam jangka waktu panjang, anak dapat mengalami kurang gizi bahkan hingga gizi buruk.

4. Tingkat sosial ekonomi yang rendah

Kondisi sosial ekonomi keluarga yang kurang baik juga bisa menyebabkan anak kekurangan gizi. Hal ini karena porsi dan jenis makanannya tidak memenuhi kebutuhan gizi dalam waktu lama.

Namun, hal itu bisa diakali dengan mengetahui sumber makanan bergizi yang mudah ditemui serta tidak mahal tapi kebersihannya terjaga.

5. Kebersihan/sanitasi lingkungan yang buruk

Lingkungan yang tidak bersih juga dapat menyebabkan anak mengalami kekurangan gizi, sebab lingkungan yang kotor bisa membuat anak terserang beragam penyakit. Hal ini dapat menyebabkan penyerapan gizi terhambat, meskipun asupan makanannya sudah baik.

6. Menderita penyakit tertentu

Anak kurang gizi bisa juga disebabkan oleh suatu penyakit atau kondisi medis, terutama penyakit saluran pencernaan yang membuat tubuh anak sulit mencerna atau menyerap makanan. Contohnya adalah penyakit celiac, penyakit crohn, dan radang usus. Anak dengan kondisi cerebral palsy dan bibir sumbing biasanya kesulitan untuk menelan makanan.

Autisme juga bisa menyebabkan anak kurus kurang gizi. Sebab, anak autis sangat sensitif dengan tekstur dan rasa makanan. Selain itu, penyakit jantung bawaan dan penyakit infeksi, seperti TB paru, juga bisa menyebabkan anak mengalami kurang gizi.


Beberapa gejala berikut bisa dialami oleh anak yang mengalami kurang gizi

• Berat badan dan tinggi badan anak berada di bawah kurva pertumbuhan
• Kurang nafsu makan
• Pertumbuhannya terlambat
• Mudah merasa lelah dan terlihat lesu
• Lebih rewel
• Kurang perhatian terhadap lingkungan sekitar
• Kulit dan rambut tampak kering
• Rambut rontok
• Pipi dan mata terlihat cekung
• Jaringan lemak dan otot berkurang
• Mulut dan gusi mudah terluka
• Rentan terkena infeksi karena menurunnya sistem kekebalan tubuh
• Proses penyembuhan luka lambat

Selain pertumbuhan anak terganggu, perkembangan anak yang kurang gizi juga akan terganggu. Anak bahkan bisa mengalami kesulitan belajar ketika kebutuhan gizinya tidak terpenuhi.

Segeralah periksakan ke tenaga kesehatan terdekat apabila anak mengalami tanda-tanda awal kekurangan gizi.

Tenaga kesehatan akan menghitung indeks massa tubuh anak dan melakukan pemeriksaan pendukung untuk mengetahui apakah anak kurang gizi atau tidak.

Jika hasilnya menunjukkan bahwa anak mengalami kekurangan gizi, tenaga kesehatan akan mencari tahu penyebabnya dan memberikan perawatan menyeluruh kepada anak, termasuk pengobatan dan pengaturan pola makan.

Penanganan kurang gizi pada anak bisa bervariasi, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Pemberian makanan yang bergizi seimbang, kaya zat gizi dan sesuai dengan usia anak adalah kunci utama dalam mengatasi kurang gizi.

Jangan lupa untuk tetap memantau status gizi anak dan berkonsultasi dengan ahli gizi. Yuk Download Aplikasi Nutric.id di Play Store sebagai teman konsultasi gizi anak!

Tag:#gizi anak#gizi buruk#Healthy#Information

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Mengapa Bisa Terjadi Karies Gigi?

Gemar mengonsumsi makanan manis tanpa menjaga kebersihan gigi dapat menyebabkan karies gigi. Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/women-who-are-against-candy-isolated-white-background_397

Shabrina Olivia Mumtaz

Asupan Gizi Lansia Pada Masa COVID-19

Memasuki bulan Mei, berarti tandanya sudah memasuki bulan lansia. Selamat Hari Lanjut Usia Nasional. Lansia sendiri merupakan kelompok usia 60 tahun ke atas yang rentan terhadap keseh

Annisaa Fairuz Tyara

Ketahui Diet PCOS dan Manfaatnya

PCOS (Polycystic Ovarian Syndrom) adalah suatu kumpulan gejala yang disebabkan adanya gangguan hormonal (endokrin) yang menyebabkan pembesaran ovarium dengan kista kecil disekitarnya

Shelvi Sasmita