Lewati ke konten
NutriClinic
Life Cycle Nutrition

Kuat Menjalankan Puasa? Ini Dia Tips Agar Kenyang dalam Berpuasa!

Ditulis oleh Dhika Wahyu Rafitama3 menit baca
Kuat Menjalankan Puasa? Ini Dia Tips Agar Kenyang dalam Berpuasa!

Hai NutriCiers!

Tidak terasa saat ini sudah masuk ke bulan yang di nanti-nantikan umat muslim yaitu bulan suci Ramadhan. Selain tingginya keinginan untuk meningkatkan ibadah, kita juga di wajibkan untuk berpuasa. Namun, kekhawatiran berpuasa biasanya identik dengan “cepat lapar atapun lemas”. Padahal berpuasa justru bermanfaat bagi kesehatan dan jika dilakukan dengan cara yang sehat maka akan nyaman dalam menjalankannya. Jadi, jangan takut cepat lapar dan lemas ketika berkegiatan saat berpuasa. Ini dia ada tips kenyang saat berpuasa untuk NutriCiers agar lebih tahan dan kuat:

  1. Perbanyak konsumsi serat

NutriCiers pasti sudah tahu kalau mengonsumsi banyak serat mampu menahan kenyang lebih lama. Alasannya karena tubuh perlu mencerna serat lebih lama daripada jenis makanan lainnya. Proses pencernaan yang lebih lama ini yang memberikan efek kenyang lebih lama. Maka jangan lupa untuk mengkonsumsi buah dan sayur yang cukup (5 sampai 10 porsi setiap hari).

  1. Konsumsi makanan yang mengandung protein

Protein sangat baik dikonsumsi pada saat sahur, karena protein dapat membantu kita untuk merasa kenyang lebih lama. Makanlah makanan yang mengandung protein rendah lemak seperti daging tanpa kulit, ikan, telur, dan kacang-kacangan. Makanan yang mengandung protein juga dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

  1. Cukupi Kebutuhan Cairan

Saat berpuasa, tubuh akan kehilangan banyak cairan. Oleh karena itu, setelah berbuka jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan untuk menghindari dehidrasi. Namun agar tidak mudah kembung, sebaiknya cukupi kebutuhan cairan dengan membagi waktu minum menjadi tiga gelas saat sahur dan berbuka, dan dua gelas sebelum tidur.

  1. Membatasi sumber makanan tinggi karbohidrat

NutriCiers pernah menyangka konsumsi karbohidrat yang banyak dapat membuat kenyang, padahal rasa kenyang dari konsumsi karbohidrat yang berlebih hanya bersifat sementara. Karena karbohidrat diserap lebih awal dan cepat sehingga ketika kita banyak mengkonsumsinya, akan menyebabkan lebih cepat lapar saat berpuasa. Konsumsi karbohidrat berlebih juga bisa membuat lonjakan kadar gula dalam darah yang tinggi, hal ini dapat memberikan rasa lemas dan tidak bertenaga saat siang hari berpuasa.

  1. Berolahraga di waktu yang tepat

Berolahraga saat berpuasa, kenapa tidak? Berolahraga boleh dilakukan saat berpuasa bahkan penting untuk menjaga kebugaran, tetapi harus dapat memilih waktu, jenis dan porsi saat berolahraga. Olahraga bisa dilakukan secara ringan seperti jalan kaki, bersepeda atau jogging satu jam sebelum berbuka. Sebaiknya jangan lakukan olahraga yang berat atau olahraga pada siang hari yang panas karena beresiko dehidrasi dan kelelahan saat berpuasa.

  1. Alihkan rasa lapar dengan melakukan kegiatan menyenangkan

Berpuasa itu adalah kegiatan ibadah dengan cara menahan lapar namun bukanlah alasan kita untuk bermalas-malasan. Cobalah untuk mengalihkan pikiran dengan mengerjakan sesuatu yang menyenangkan dan kita sukai sebagai cara menahan lapar saat puasa. Misalnya, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, berkebun, berbincang bersama keluarga atau pekerjaan kantor yang tertunda. Saat kita berkegiatan kita juga akan lupa akan waktu karena asyik mengerjakan apa yang kita kerjakan. Waktupun jadi terasa lebih cepat dan tidak tergoda oleh lapar dan haus.

Nah itu adalah tips menahan rasa lapar saat berpuasa. Semoga puasa tahun ini diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankannya. Tidak lupa kecukupan gizi NutriCiers juga harus terpenuhi. Jangan lupa untuk selalu melakukan konsultasi gizi untuk pemenukan makanmu saat berpuasa. Yuk Download Aplikasi Nutric.id di Play Store sebagai teman konsultasi gizi mu di Ramadhan!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#Healthy#Information

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

HIV dan Wanita Hamil, Bayi, dan Anak

HIV/AIDS pada ibu dapat menular ke bayi/anak saat masa kehamilan, persalinan, dan menyusui Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/doctor-performing-ultrasound-scanning-her-pregnant-patient_

Mohammad Brachim Ansari

Seberapa Bahaya Stunting?

Stunting merupakan penyakit gizi kronis yang berdampak buruk dalam jangka panjang. Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-vector/hand-drawn-children-back-school_8925988.htm#page=1&query=child&pos

Muthia Syifa Rahmadina