Perlukah Pasien Hemodialisis Melakukan Aktivitas Fisik? Simak Info Berikut
Halo NutriCiers!
Sobat NutriCiers pasti tahu dong kalau ginjal kita memiliki berbagai fungsi berupa fungsi menyaring darah untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, mensekresikan hormon untuk menjaga tekanan darah, menstimulasi produksi sel darah merah, dan mengaktifkan vitamin D. Jika ginjal mengalami kerusakan secara fungsi dan struktur secara progresif maka akan menyebabkan kondisi gagal ginjal kronis. Apabila gagal ginjal kronis terus berkembang maka akan muncul kondisi yang disebut end stage renal disease (ESRD). Salah satu terapi untuk mengatasi kondisi ESRD adalah hemodialisis.
Hemodialisis atau dialisis adalah suatu terapi dimana fungsi ginjal digantikan oleh sebuah mesin. Terapi hemodialisis ini bukan bertujuan untuk menyembuhkan, namun untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Banyak diantara pasien dialisis yang mengeluhkan adanya kelemahan dan kekakuan otot paska hemodialisis. Hal ini disebabkan karena adanya pembatasan aktivitas selama proses dialisis sehingga menyebabkan miopati otot atau kelemahan otot, atrofi otot atau hilangnya massa otot, neuropati, atau kombinasi dari ketiganya.
Untuk mengatasi kelemahan otot, pasien dialisis disarankan untuk melakukan aktivitas fisik. Selain untuk mengatasi kelemahan otot, aktivitas fisik pada pasien dialisis bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran fisik, menjaga tekanan darah, meningkatkan kualitas hidup, mengurangi kelemahan, mengatasi komplikasi neurologi berupa restless leg syndrome, dan meningkatkan aliran darah pada otot serta memperbesar luas pembuluh darah sehingga mampu memperlancar proses perpindahan toksin dan urea dari jaringan ke pembuluh darah yang kemudian dialirkan ke mesin hemodialisis. Pasien dialisis disarankan melakukan aktivitas fisik setidaknya tiga kali dalam seminggu dengan durasi minimal 30 menit.
Salah satu contoh latihan fisik sederhana yang dapat dilakukan oleh pasien dialisis adalah latihan kaki intradialitik. Latihan kaki ini diawali dengan sesi pemanasan, inti, dan pendinginan. Pada sesi pemanasan, dilakukan latihan fleksibilitas berupa gerakan menekuk kaki, meluruskan kaki, dan memutar pergelangan sendi-sendi kaki. Setelah itu dilanjutkan sesi inti berupa latihan kaki ergometri, lalu dilanjutkan dengan sesi pendinginan.
Nah, itu tadi pemaparan mengenai pentingnya aktivitas fisik pada pasien dialisis. Semoga informasi kali ini bisa menambah wawasan Sobat NutriCiers semua ya.
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
