Covid-19: Pentingnya Manajemen Komunikasi Keluarga Demi Terwujudnya Kesejahteraan
Hai NutriCiers!
Seperti yang kita ketahui, bahwa dampak dari pandemi Covid-19 sangatlah besar, terutama pada lapangan kerja di Indonesia. Menurut data Kementrian Ketenagakerjaan tahun 2020, jumlah pekerja yang terdampak Covid-19 sebanyak 2.084.593 pekerja dari sektor formal dan informal yang berasal dari 116.370 perusahaan, serta angka PHK sebanyak 241.431 pekerja dari 41.236 perusahaan. Hal ini menyebabkan masalah bagi kesejahteraan masyarakat hingga lingkup terkecil, yaitu keluarga yang menjadi tantangan untuk dapat bertahan hidup.
Mengintip peran keluarga dalam mencapai kesejahteraan
Kesejahteraan keluarga dapat terwujud apabila sistem manajemen serta fungsi dan peran masing-masing anggota keluarga berjalan dengan baik sesuai perannya, yaitu peran suami sebagai kepala keluarga yang bertanggungjawab mencari nafkah dan istri sebagai ibu rumah tangga harus mengelola ekonomi keluarga sehingga terwujudnya kesejahteraan.
Hal ini sejalan dengan hasil survei Badan Pusat Statistik 2016 yang menunjukkan tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan di Indonesia masih rendah, yaitu 50,77%, sedangkan tingkat partisipasi pria mencapai 81,97%. Hal ini terjadi karena normatifnya, seorang istri berperan mengurus anak dan rumah tangga. Namun, dalam situasi pandemi saat ini rasanya kedua peran tersebut sulit dijalankan apabila sumber penghasilan hanya bergantung pada suami.
Maka dari itu, kedua peran tersebut harus saling melengkapi dan mendukung dalam mengelola rumah tangga. Hal tersebut dapat dicapai dengan manajemen komunikasi keluarga. Yuk, intip penjelasannya!
Pentingnya manajemen komunikasi keluarga
Dalam memahami fungsi manajemen dalam keluarga, perlu diketahui peran dan tanggung jawab yang mendasar bagi masing-masing individu, yaitu:
- Ayah sebagai pemimpin keluarga yang memenuhi semua kebutuhan keluarga
- Ibu sebagai sosok istri dan ibu yang mengurus rumah, mendidik serta membesarkan anak-anaknya4.
Apabila ada rencana dalam pertukaran atau peralihan peran maupun tanggungjawab, sebaiknya diskusikan pemecahan permasalahan tersebut dengan cara musyawarah mufakat. Di sinilah pentingnya peran manajemen komunikasi dalam keluarga. Perlu diketahui juga bahwa setiap tanggung jawab pasti memiliki konsekuensi. Apalagi hal tersebut banyak dialami keluarga pada masa pandemi Covid-19.
Contohnya, apabila istri bekerja, peran suami tetap bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Akan tetapi apabila terjadi peralihan dan pertukaran peran, maka suami harus pula melaksanakan tanggungjawabnya dalam menjaga, merawat, dan mendidik anaknya serta rumah tangganya dengan baik, seperti halnya jika diperankan oleh ibu rumah tangga. Hal ini terjadi sebaliknya pada istri.
Oleh karena itu, hubungan antara suami dan istri harus memiliki komitmen dan kualitas inovasi dalam memperbaiki hubungan secara besar hati dengan menjaga kualitas, kuantitas, intensitas komunikasi sehingga terwujudnya hubungan yang harmonis sehingga permasalahan pada pandemi saat ini seperti PHK yang berimbas pada menurunnya ekonomi keluarga dapat diselesaikan.
Salam Sehat, Gizi Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
