Lewati ke konten
NutriClinic
Work and Wellbeing

Mengantuk Saat Bekerja di Siang Hari? Penuhi Nutrisimu dengan Pangan Lokal Berikut Sebagai Pengganti Nasi!

Ditulis oleh Khezia Mevera2 menit baca
Mengantuk Saat Bekerja di Siang Hari? Penuhi Nutrisimu dengan Pangan Lokal Berikut Sebagai Pengganti Nasi!
Nasi memiliki indeks glikemik tinggi yang dapat menimbulkan efek kantuk

Hai NutriCiers!

Pernahkah kalian merasa mengantuk saat mengerjakan pekerjaan di siang hari setelah makan siang? padahal kita berharap bisa lebih fokus menyelesaikan pekerjaan setelah makan siang karena energi kita sudah terpenuhi. Lalu, mengapa sehabis makan kita merasa mengantuk? yuk simak penjelasan berikut!

Mengantuk setelah makan dapat disebabkan oleh asupan makanan yang berlebihan, bisa juga karena kandungan sumber makanan yang kita konsumsi. Seperti yang kita tahu, masyarakat Indonesia umumnya bergantung pada salah satu sumber karbohidrat, yaitu beras. Siapa nih yang masih mengikuti budaya “kalau belum makan nasi, berarti belum makan”? ini bisa menjadi salah satu faktor penyebab mengantuk setelah makan.

Nasi memiliki indeks glikemik yang tinggi

Terdapat hubungan antara makanan dengan indeks glikemik yang tinggi terhadap efek mengantuk. Indeks glikemik adalah ukuran kecepatan suatu sumber makanan dalam meningkatkan kadar glukosa darah setelah dikonsumsi. Sumber makanan dengan indeks glikemik yang tinggi seperti nasi, akan meningkatkan produksi insulin dalam tubuh yang menyebabkan menurunnya tingkat kewaspadaan serta konsentrasi kita, sehingga terjadinya kantuk. Selain itu, konsumsi sumber karbohidrat secara berlebihan juga dapat menyebabkan kantuk setelah makan.

Asupan lemak yang berlebihan pun dapat meningkatkan glukosa dalam tubuh sehingga meningkatkan produksi insulin yang mendukung penyebab terjadinya kantuk.

Namun, asupan protein yang tinggi, serta rendahnya asupan lemak dan karbohidrat dapat meningkatkan tingkat kewaspadaan pada tubuh kita.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Diversifikasi pangan lokal. Dengan menerapkan serta membiasakan mengonsumsi makanan pokok yang variatif dapat menjadi solusi. Seperti yang kita tahu, bahwa Indonesia merupakan negara agraris dimana memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan makanan pokok yang variatif. Indonesia pun memiliki beragam pilihan makanan pokok dengan biaya yang murah, mudah dicari serta kandungan gizi yang tidak kalah dengan beras. Selain itu, banyak pilihan makanan pokok yang memiliki indeks glikemik lebih rendah dari beras loh!

Apa saja pilihan makanan pokok yang berasal dari Indonesia?

  • Ubi kayu mengandung karbohidrat dan serat yang tinggi, serta Indeks Glikemik menengah.
  • Kentang mengandung vitamin B dan pati resisten yang bermanfaat bagi pencernaan.
  • Talas mengandung vitamin B1, phosphor (P), besi (Fe) yang tinggi, serta antioksidan bermanfaat dalam mencegah kanker.
  • Sorgum mengandung protein, kalsium, zat besi, fosfor,dan vitamin B1 yang lebih tinggi dibanding beras, kandungan gula yang rendah dan kandungan serat yang tinggi.

Pilihan makanan dengan indeks glikemik rendah

  • IG rendah (<50)

Pisang ambon, nasi sorgum, kacang hijau rebus

  • IG Sedang (51-70)

Jagung kukus, sukun kukus

  • IG Tinggi (>70)

Nasi putih, singkong kukus, bentul kukus

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#glukosa#indeks glikemik#karbohidrat#keberagaman makanan#lemak#nasi#pangan#pekerjaan#produktivitas#protein

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Peran Keluarga bagi Pertumbuhan Anak

Keharmonisan keluarga memiliki pengaruh besar dalam pertumbuhan dan perkembangan mental anak Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-vector/family-with-pets-spending-time-together_7795290.htm#page

Sabela Nadhira Rakhmatika