Hari Ginjal Sedunia: Bagaimana Ya Cara Menjaga Kesehatan Ginjal?
Hai, NutriCiers!
Dalam rangka memperingati hari ginjal sedunia, kita bahas tentang ginjal sedikit, yuk. Ginjal merupakan organ tubuh yang berfungsi untuk menyaring, menyerap zat yang dibutuhkan tubuh, mengeksresikan zat sisa, menjaga keseimbangan cairan, elektrolit, dan asam basa, serta fungsi lainnya. Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan salah satu jenis penyakit ginjal dan persentase biaya yang dikeluarkan oleh negara untuk PGK adalah terbesar ke-2 setelah penyakit jantung. Prevalensi PGK usia 15 tahun di Indonesia dari 2% (2013) meningkat menjadi 3,8% (2018).
PGK merupakan kondisi terjadinya penurunan fungsi ginjal selama lebih dari 3 bulan yang ditandai dengan estimated glomerular filtration rate (eGFR) kurang dari 60mL/min/1,73 m. PGK bisa terjadi karena penderita mengalami hipertensi, diabetes melitus, obesitas, penyakit ginjal polikistik, dan lainnya. Penyakit ini bisa merenggang nyawa. Untuk itu, Kementerian Kesehatan RI menanganinya dengan mencanangkan CERDIK (cek kondisi kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet dengan gizi seimbang, istirahat yang cukup, kelola stres) dan PATUH (periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter, atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, tetap diet sehat dengan gizi seimbang, upayakan beraktivitas fisik dengan aman, hindari rokok, alkohol dan zat karsinogenik lainnya).
Rutin beraktivitas fisik diperlukan karena dapat menurunkan kadar gula darah, tekanan darah, mencegah terjadinya obesitas, dan lainnya. Aktivitas fisik yang disarankan adalah selama 150 menit/minggu atau 30 menit/hari selama 5 kali/minggu. Kita bisa mulai berjalan kaki, naik-turun tangga, jogging, berenang, atau olahraga lain yang intensitasnya lebih tinggi. Batasi makanan yang mengandung tinggi garam dan kelola stres untuk mencegah hipertensi.
Kita juga perlu untuk mengurangi dan berhenti merokok karena dapat menyebabkan terjadinya penumpukan lemak di pembuluh darah sehingga mengganggu aliran darah dan terjadi hipertensi, lalu PGK. Jangan lupa untuk mengonsumsi air putih yang cukup, yaitu 8 gelas/hari (untuk bumil dan busui >8 gelas) sehingga bisa mengurangi risiko terbentuknya batu ginjal dan kista di ginjal yang merupakan ciri dari penyakit ginjal polikistik.
Cek kesehatan secara rutin perlu agar bila ditemukan sesuatu yang tidak normal, bisa segera ditangani. Pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk mengecek fungsi ginjal adalah pemeriksaan ureum, kreatinin, dan asam urat. Ini adalah produk yang dihasilkan dari proses metabolisme yang terjadi. Ketika kadar zat-zat tersebut di darah tinggi, maka menunjukkan adanya penurunan fungsi ginjal. Bisa juga dilakukan pemeriksaan mikroalbuminuria untuk mengetahui apakah ada protein di dalam urin. Normalnya, protein tidak ikut tereksresikan karena ukuran molekulnya yang besar.
Yuk, kita mulai terapkan CERDIK dan PATUH untuk menjaga kesehatan ginjal kita.
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
