Hai, NutriCiers!
Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran (HKTP) diperingati pada tanggal 3 Maret. Menurut World Health Organization (WHO), saat ini diperkirakan terdapat 360 juta (5,3%) orang di dunia yang mengalami gangguan pada cacat pendengaran, 328 juta (91%) di antaranya ialah orang dewasa, terdiri dari 183 juta laki-laki dan145 juta perempuan, serta 32 juta anak-anak. Prevalensi gangguan meningkat seiring dengan pertambahan usia. Prevalensi gangguan pendengaran pada orang diatas usia 65 tahun bervariasi dari 18% sampai hampir 50% di seluruh dunia. WHO mengungkapkan, diperkirakan 20% orang dengan gangguan pendengaran membutuhkan alat bantu dengar sedangkan perkiraan produksi alat bantu pendengaran saat ini hanya memenuhi 10% dari kebutuhan global dan 3% dari kebutuhan negara berkembang.
Di Indonesia, gangguan pendengaran dan ketulian saat ini masih merupakan masalah yang dihadapi masyarakat. Berdasarkan hasil Survei Nasional Kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran di 7 provinsi tahun 1993-1996, prevalensi ketulian 0,4% dan gangguan pendengaran 16,8%. Penyebabnya ialah infeksi telinga tengah 3,1%, presbikusis 2,6%, tuli akibat obat ototoksik 0,3%, tuli sejak lahir/kongenital 0,1%, dan tuli akibat pemaparan bising.
Nah, NutriCiers tau gak apa saja penyebab dari gangguan pendengaran? Yuk, simak bareng-bareng!
- Sensorineural
Terjadi akibat gangguan sensori atau saraf pada telinga bagian dalam. Hal ini dapat dipicu paparan suara keras, proses penuaan, obat-obatan yang merusak telinga (ototoksik), penyakit tertentu (misalnya meningitis), faktor genetik, trauma kepala, dan kelainan struktur pada telinga dalam.
- Konduktif
Terjadi karena adanya suatu hambatan yang mengganggu penghantaran suara (konduksi) dari telinga luar melalui telinga tengah hingga sampai telinga dalam. Kondisi ini dapat dipicu oleh penumpukan kotoran telinga, infeksi telinga, kerusakan gendang telinga, adanya benda asing dalam telinga, kelainan bentuk telinga, trauma pada telinga, dan sebab lainnya.
- Campuran
Disebabkan oleh campuran antara gangguan sensorineural dan konduktif.
Pada seluruh jenis gangguan pendengaran, pastinya ada pencegahan yang dapat dilakukan untuk dapat terhindar dari gangguan tersebut. Seperti mengikuti tes pendengaran, mendengarkan musik dengan volume yang tidak terlalu keras, dan juga melindungi telinga dari suara yang sangat keras, dengan menggunakan penutup telinga. Jangan lupa juga untuk terus memperhatikan kebersihan dan kesehatan telinga ya, NutriCiers!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
