COVID-19 Belum Berlalu, Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Halo Nutriciers!
Pandemi COVID-19 yang berasal dari SARS-CoV-2 belum berakhir. Tentu ini menjadi fokus tiap individu, bukan hanya pemerintah apalagi tenaga kesehatan. Data terakhir kasus COVID-19 terkonfirmasi yaitu 808.340 kasus. Slogan “Ingat Pesan Ibu, Ingat 3M” menjadi pengingat masing-masing individu. Selain isi slogan tersebut, ada hal yang juga perlu diperhatikan yaitu asupan harian.
Asupan harian penting untuk menjaga imunitas diri melawan COVID-19. Pada pasien COVID-19 memerlukan asupan gizi yang optimal agar mencegah terjadinya penurunan status gizi terutama pada usia lanjut. Resiko malnutrisi pasien COVID-19 terjadi karena penurunan asupan makanan akibat mual, muntah, diare, dan hilangnya nafsu makan. Oleh karena itu, upaya pencegahan infeksi COVID-19 juga dengan memperhatikan makanan yang kita konsumsi. Berdasarkan pernyataan bersama FAO, WFP, WHO dan UNICEF, baik kesehatan, pengaturan makan, suplementasi mikronutrien, dan pengawasan nutrisi terutama orang miskin dan kelompok rentan secara fisik adalah hal penting.
Berikut hal yang perlu diperhatikan dalam hal makanan untuk menjaga imunitas tubuh selama pandemik COVID-19:
1. Konsumsi sumber vitamin A, C, D, E, B6, B12 dan folat. Vitamin ini memiliki peran penting dalam memelihara sistem pertahanan imun dengan memberikan efek anti-inflamasi atau antioksidan, yang dapat mencegah kerusakan jaringan dan mengatur sistem pertahanan inang sehingga menurunkan tingkat replikasi virus. Contoh makanan:
- Vitamin A (wortel, kuning telur, labu kuning),
- Vitamin C ( jambu biji, cabai hijau, jeruk),
- Vitamin D (ikan kembung, salmon, sarden, dan susu sapi),
- Vitamin E (almond, minyak zaitun, minyak jagung, minyak kanola, minyak kelapa sawit)
- Vitamin B6 (ikan tuna, hati ayam, pisang, kentang)
- Vitamin B12 (nori, kerang, daging sapi)
- Folat (hati ayam, bayam, tempe, kacang tanah, brokoli)
2. Konsumsi sumber mineral zat besi, magnesium, zinc, dan selenium. Mineral ini dapat mengurangi laju replikasi virus dan meningkatkan sintesis enzim antioksidan serta anti mikroba dan anti-inflamasi. Contoh makanan: nasi, susu, kerang, daging sapi, hati ayam, keju, kacang dan biji-bijian, bayam, kangkung, tempe, tahu.
3. Konsumsi sumber EPA dan DHA dapat membantu menonaktifkan virus dan juga memberi efek anti-inflamasi karena menekan produksi prostaglandin. Contoh bahan makanan: ikan kembung, sarden, salmon, minyak ikan.
4. Kurangi makanan tinggi lemak jenuh, gula, dan karbohidrat sederhana seperti junkfood. Hal ini dikarenakan dapat merusak kekebalan adaptif sehingga pertahanan tubuh terhadap virus dapat terganggu.
5. Terapkan gizi seimbang mampu mencukupi kebutuhan gizi dengan beraneka ragam pangan serta pola hidup bersih sehat. Menjaga asupan energi dan protein sesuai kebutuhan sangat penting untuk menjaga status gizi tetap normal. Konsumsi protein dapat ditingkatkan menjadi 75-100g/hari, untuk membantu meningkatkan imunitas (pembentuk immunoglobulin). Contoh: 2 butir telur, 5-6 potong tempe, 1 ekor ikan sedang dalam sehari.
6. Hindari konsumsi suplemen berlebihan karena dapat menimbulkan efek samping.
7. Jaga kebersihan pangan. Bersihkan pangan dengan air bersih mengalir, penggunaan peralatan bersih, mencuci tangan sebelum mengolah makanan, dan masak hingga matang khususnya ikan dan daging.
Ayo terapkan protokol kesehatan dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Semoga bermanfaat Nutriciers!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
