Lewati ke konten
NutriClinic
Food and Beverage

Tidak Hanya Tablet Tambah Darah, Ternyata Jenis Makanan Ini Juga Bermanfaat untuk Cegah Anemia!

Ditulis oleh Prambandanty Poetri Irnandy2 menit baca
Tidak Hanya Tablet Tambah Darah, Ternyata Jenis Makanan Ini Juga Bermanfaat untuk Cegah Anemia!
Makanan yang tinggi protein, zat besi, dan vitamin C membantu mencegah dari anemia.
Sumber foto: freepik

Halo, NutriCiers!

Anemia adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin berada di bawah ambang batas normal. Hemoglobin berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh, sehingga ketika konsentrasinya rendah akan menimbulkan kondisi lelah, lemas, pusing, bahkan sesak napas. Anemia merupakan permasalahan kesehatan global yang salah satunya disebabkan oleh kurangnya supan gizi, terutama zat besi, asam folat, dan vitamin B 12.

Salah satu tujuan SDGs yaitu untuk menghilangkan segala bentuk kekurangan gizi dan memenuhi kebutuhan gizi perempuan serta ibu hamil. Kedua kelompok tersebut merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia. Untuk itu, Kementerian Kesehatan memiliki program intervensi spesifik, yaitu pemberian tablet tambah darah (TTD) yang dikhususkan untuk dua kelompok tersebut. Bagi remaja perempuan, konsumsi TTD sebanyak satu tablet setiap minggu dapat mencegah terjadinya anemia defisiensi besi, namun ketika menstruasi konsumsi TTD harus setiap hari. Ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi satu tablet sehari selama kehamilan.

Selain mengonsumsi TTD, konsumsi makanan gizi seimbang juga penting. Terdapat beberapa jenis makanan yang harus NutriCiers tingkatkan dan hindari untuk mencegah terjadinya anemia, yuk simak penjelasannya!

1. Makanan Tinggi Protein

Protein merupakan zat gizi yang penting bagi tubuh karena dapat menyediakan asam amino esensial yang digunakan untuk membangun sel-sel tubuh dan tentunya sebagai sumber energi. Zat gizi protein dapat diperoleh dari lauk hewani maupun nabati. Lauk hewani seperti daging ayam, daging sapi, telur dan ikan memilik daya cerna protein yang lebih baik jika dibandingkan dengan lauk nabati seperti tahu, tempe dan kacang-kacangan. Rendahnya asupan protein mengakibatkan konsentrasi hemoglobin dalam darah rendah, sehingga meningkatkan risiko terjadinya anemia defisiensi besi.

2. Makanan Tinggi Zat Besi

Komponen utama penyusun hemoglobin adalah zat besi. Zat besi yang terkandung dalam makanan terbagi menjadi heme dan nonheme. Zat besi heme hanya ditemukan dalam daging hewan, seperti daging, unggas dan makanan laut, sedangkan zat besi nonheme ditemukan dalam makanan nabati seperti biji-bijian, kacang-kacangan dan sayuran hijau.

3. Buah Kaya Vitamin C

Beberapa jenis buah-buahan yang kandungan vitamin C nya tinggi antara lain buah jambu biji, jeruk dan papaya. Vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi, terutama nonheme. Kandungan vitamin C yang terdapat dalam makanan akan memberikan suasana asam, sehingga dapat mengubah zat besi ferri ke bentuk ferro yang lebih mudah diserap oleh usus halus.

4. Batasi Minum Teh

Teh mengandung tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Minum teh tetap boleh, asal jangan terlalu sering dan berikan jeda kurang lebih satu jam ketika ingin minum teh setelah makan.  

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#anemia#anemia defisiensi besi#gaya hidup sehat#gizi seimbang#hemoglobin#iron#makanan#makanan laut#protein#tablet tambah darah#Teh#vitamin c#zat besi

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Pentingnya Olahraga Bagi Si Balita

Pendidikan sejak dini memang penting untuk keberlangsungan kehidupan seseorang di masa mendatang. Menanamkan kebiasaan hidup sehat dapat dimulai sejak usia dini. Membiasakan anak aktif

Bariza Diah Astari