Yuk, Kenali Brain Food untuk Perkembangan Otak si Kecil!
Hai, NutriCiers!
Pernahkah kamu mendengar brain food? Brain food merupakan makanan yang mempunyai manfaat untuk perkembangan otak. Bagian kognitif dan emosional otak akan terus berkembang sepanjang usia. Namun, sebagian besar struktur dan kapasitas utama otak dibentuk sejak dini sebelum usia 3 tahun termasuk selama masa kehamilan. Pada dasarnya, semua zat gizi penting untuk pertumbuhan dan fungsi otak, tetapi zat gizi tertentu memiliki efek yang sangat signifikan selama perkembangan awal. Apa saja makanan dan zat gizi yang diperlukan untuk mendukung perkembangan otak? Yuk, kita cari tahu di sini!
Protein
Pertumbuhan dan perkembangan otak bergantung pada tingkat sintesis atau pembentukan protein. Kekurangan protein pada anak dapat menyebabkan malnutrisi dan gagal tumbuh. Kegagalan pertumbuhan pada tiga tahun pertama kehidupan sangat memengaruhi perkembangan saraf. Sumber makanan yang baik untuk memenuhi kebutuhan protein si kecil antara lain telur, daging sapi, kacang-kacangan, daging ayam, tahu, dan ikan.
Zat besi
Zat besi sangat penting untuk perkembangan normal otak janin. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan kerusakan struktur otak dan fungsi kognitif. Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan zat besi dapat menyebabkan perkembangan motorik tertunda pada usia 10 bulan dan kognitif terhambat pada usia 10 tahun. Zat besi dapat diperoleh dari daging merah, seafood, ikan, hati, kedelai, bayam, dan sayur hijau lain.
Zinc/Seng
Kekurangan seng dapat memengaruhi regulasi sistem saraf otonom serta perkembangan bagian otak. Kekurangan seng pada awal kehidupan juga mengakibatkan kognitif, perhatian, memori, dan suasana hati yang lebih buruk pada anak. Seng dapat ditemukan pada daging sapi, susu, ikan, dan kacang-kacangan.
Yodium
Yodium berperan dalam perkembangan otak dengan mendukung sintesis hormon tiroid yang berperan dalam proses awal perkembangan, terutama otak. Suplementasi yodium pada awal kehamilan menghasilkan kognitif yang lebih baik pada anak. Kekurangan yodium dapat menyebabkan kerusakan otak yang tidak dapat diperbaiki dan keterbelakangan mental pada anak. Yodium dapat diperolah dari garam beryodium, seafood, susu dan produk susu.
Asam lemak tidak jenuh ganda
Asam lemak omega-3 dan omega-6 merupakan asam lemak tidak jenuh ganda. Dua asam lemak ini memainkan peran besar dalam perkembangan otak secara optimal. Asam lemak yang lebih dikenal dengan AHA dan DHA ini berdampak positif pada keterampilan belajar, daya ingat, kemajuan bahasa, dan kompetensi kognitif anak. Jenis asam lemak ini banyak dijumpai pada ikan, seperti ikan salmon, dan minyak ikan.
NutriCiers, pemenuhan gizi yang optimal terutama pada masa awal kehidupan anak sangat penting untuk perkembangan otak dan saraf. Oleh karena itu, yuk penuhi asupan si kecil dengan gizi yang sesuai!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
