Ketahui Gejala Kanker Tulang Pada Anak
Hi NutriCiers!
Kanker selalu dianggap sebagai penyakit yang sangat berbahaya karena sampai saat ini belum ditemukan obat yang ampuh untuk mengobati kanker serta tingginya risiko kematian yang diakibatkan oleh kanker membuat kanker menjadi penyakit yang menakutkan. Kanker merupakan penyakit yang terjadi karena adanya pertumbuhan sel di dalam tubuh manusia secara abnormal dan agresif. Ada beberapa jenis kanker yang sering diderita oleh anak-anak, yaitu leukimia, limfoma, tumor otak, sarkoma jaringan lunak, serta kanker tulang. Nah, bertepatan dengan Hari Kanker Tulang Sedunia pada tanggal 1 April 2021, yuk bahas gejala kanker tulang pada anak lebih dalam supaya kita bisa mendeteksi dan mengantisipasi sejak dini.
Berdasarkan Badan Registrasi Kanker (BRK), sebanyak 1,6% dari jumlah seluruh kasus kanker di Indonesia adalah kanker tulang. Kanker tulang sendiri memiliki berbagai jenis, dan yang paling sering ditemui adalah osteosarkoma, sarkoma ewing, dan kondrosarkoma, yang dimana ketiganya selalu dihubungkan dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang signifikan. Osteosarkoma merupakan kanker yang paling terjadi pada anak-anak. Kanker ini biasanya berkembang pada metafisis tulang panjang, terkhusus pada femur distal, humerus proksimal, dan tibia proksimal. Sedangkan sarkoma ewing merupakan kanker kedua yang paling umum dan sangat mirip dengan osteosarkoma. Biasanya penderita osteosarkoma dan sarkoma ewing sangat bergantung pada timbulnya metastasis karena metastasis dapat menurunkan tingkat kelangsungan hidup sebanyak 20-30% lebih cepat. Kalau kondrosarkoma merupakan kanker tulang yang paling jarang dialami dan tingkat risikonya masih rendah jika dibandingkan dengan yang lainnya.
Diagnosa kanker tulang pada anak dengan tepat waktu merupakan tantangan yang paling sulit dalam kasus kanker tulang, karena gejalanya sangatlah non spesifik dan mirip dengan cedera muskuloskeletal pada umumnya. Nah, NutriCiers harus baca poin-poin dibawah ini supaya lebih paham dan bisa langsung pastikan ke dokter kalau anak kalian mengalami gejala ini:
- Kurangnya keaktifan dalam bergerak
- Nyeri (biasa terjadi pada malam hari)
- Pembengkakan jaringan lunak
- Biasanya diikuti dengan demam
- Lemahnya struktur tulang atau fraktur patologis (tidak umum)
Maka dari itu, NutriCiers harus berjaga-jaga apabila anak kalian mengalami gejala di atas. Walaupun masih terbilang langka kasusnya, kanker ini sangatlah aktif. Saat kanker ini sudah menyerang akar dan menggerogoti tulang kita, tindakan amputasi harus dilakukan. Apabila dibiarkan, kanker tersebut akan menjulur dan berisiko kematian. Makanya NutriCiers, ketahuilah gejalanya dari sekarang supaya anak-anak kita bisa menjalani hidup dengan kondisi normal.
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
