Usai Disapih, Perlukah Anak Diberi Susu Pengganti ASI?
Hai Nutriciers!
Proses menyapih adalah salah satu milestone bagi balita. Idealnya proses menyapih dilakukan saat anak berusia 2 tahun, tetapi pada kondisi tertentu proses penyapihan dilakukan lebih dini atau lebih lama. Proses ini menjadi tantangan bagi orang tua karena sebagian besar khawatir gizi anak tidak terpenuhi setelah disapih.
Perlukah susu pengganti ASI setelah anak disapih?
Setelah anak berusia 2 tahun atau setelah anak disapih, kebutuhan gizi anak dipenuhi dari makanan sehari-hari yang ia konsumsi. Umumnya, anak usia 2 tahun sudah bisa mengkonsumsi makanan keluarga. Makanan bergizi seimbang akan dapat mencukupi kebutuhan gizi anak. Jenis makanan yang diberikan yaitu :
1. Sumber karbohidrat : Nasi, kentang, umbi-umbian, sereal, dan produk tepung
2. Sumber protein : Daging, telur, ayam, ikan, tempe, tahu, kacang-kacangan
3. Sumber lemak : susu, keju, olahan susu lainnya
4. Sumber vitamin dan mineral : sayuran dan buah-buahan
Bunda dapat diberikan makanan utama sebanyak 3 kali dan 2 kali selingan (camilan).
Namun, seringkali orang tua merasa khawatir jika anaknya tidak terpenuhi kebutuhan gizinya setelah disapih. Pada kondisi tertentu, ketika anak tidak cukup mengkonsumsi makanan bergizi, anak dapat diberikan tambahan susu untuk melengkapi kebutuhan zat gizi mikro yang kurang terpenuhi dari makanan.
Bunda dapat memilih susu yang akan diberikan dengan melihat kondisi anak Bunda. Baik, susu formula maupun susu UHT memiliki keunggulan masing-masing. Susu formula diformulasikan menyesuaikan kebutuhan gizi balita sesuai umur, namun terkadang anak yang sudah terbiasa diberikan ASI kurang menyukai rasa susu formula yang cenderung manis. Sebagian besar anak menyukai susu UHT karena rasa dan konsistensi yang mirip dengan ASI. Namun, ketika bunda memilih susu UHT, Bunda perlu memperhatikan cara penyimpanannya4.
Perlu diingat bahwa susu hanya sebagai tambahan bukan pengganti makanan. Karena energi dari susu tidak dapat mencukupi kebutuhan energi seperti halnya dari makanan. Tercukupinya kebutuhan gizi anak Bunda dapat dilihat dari kenaikan berat badan anak dibandingkan dengan kenaikan berat badan minimum per bulan dan kondisi fisik anak. Jangan lupa konsultasikan status gizi anak Bunda kepada Ahli Gizi ya!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
