Lewati ke konten
NutriClinic
Life Cycle Nutrition

Usia Lanjut: Daging Kambing, Kawan atau Lawan?

Ditulis oleh Nadia Rana Nabila2 menit baca
Usia Lanjut: Daging Kambing, Kawan atau Lawan?
Penggunaan garam dan minyak pada proses pemasakan daging kambing dapat meningkatkan risiko hipertensi pada usia lanjut.
Sumber gambar: https://unsplash.com/photos/yvzzemH8-J0

Halo NutriCiers!

Iduladha identik dengan kegiatan penyembelihan hewan kurban seperti sapi dan kambing. Belum afdal rasanya perayaan Hari Raya Haji ini tanpa hidangan hasil kurban. Kalau daging kambing, biasanya diolah menjadi gulai, sate, tongseng, sop, dan masih banyak lagi. Eits, tapi pernahkan NutriCiers mendengar bahwa terlalu banyak makan daging kambing bisa meningkatkan tekanan darah? Terutama jika usia Anda mulai menginjak kepala empat. Kurang-kurangin, deh, makan daging kambing! Tapi benarkah daging kambing setidak-menyehatkan itu sampai harus kita kurangi konsumsinya? Yuk, simak penjelasannya berikut!

Dari kandungan gizinya, daging kambing memiliki keunggulan dibandingkan dengan daging-daging lainnya. Dalam 100 gram daging kambing, terkandung kalori sebesar 149 kkal. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan daging ayam (298 kkal) dan daging sapi (273 kkal). Selanjutnya, kandungan lemak daging kambing juga jauh lebih rendah yakni 9,2 gram dibandingkan dengan daging ayam (25 gram) dan daging sapi (22 gram). 

Tidak berhenti sampai disitu, kandungan lemak jenuh dan kolesterol daging kambing lebih rendah dibandingkan dengan daging merah lainnya. Sedangkan, kandungan lemak tidak jenuh atau "lemak baik" daging kambing juara dibandingkan dengan daging merah lainnya. Konsumsi lebih banyak lemak baik daripada lemak jahat dapat memberikan manfaat untuk kesehatan Anda. Sebagai tambahan, daging kambing mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh seperti lisin, treonin, dan triptofan. Sehingga menjadikan daging kambing sumber protein yang baik untuk kesehatan tubuh.

Jadi, benarkah daging kambing dapat meningkatkan tekanan darah? Jawabannya adalah tidak. Seperti yang sudah dipaparkan di atas, daging kambing memiliki kalori, lemak jenuh, dan kolesterol yang lebih rendah dibandingkan dengan daging ayam dan daging sapi. Selain itu, daging kambing segar yang belum diolah memiliki kandungan natrium yang rendah sehingga dapat mengurangi risiko hipertensi. Maka dari itu, daging kambing justru merupakan alternatifyang lebih sehat dari daging ayam, sapi, domba, dan babi. Terutama bagi Anda yang berusia 45 tahun ke atas, dimana risiko terkena hipertensi dan penyakit tidak menular lainnya mulai meningkat.

Namun, satu hal yang harus diperhatikan adalah penggunaan garam dan minyak (misalnya minyak goreng, mentega, margarin, dll.) ketika memasak daging kambing. Penggunaan garam dan minyak berlebih pada proses pemasakan daging jenis apapun dapat meningkatkan risiko hipertensi. 

Hipertensi pada usia lanjut dapat Anda cegah dengan memakan makanan yang sehat dan rutin berolahraga. Oleh karena itu, yuk kita terapkan gaya hidup yang sehat!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#daging#daging kambing#gulai kambing#hari raya haji#hipertensi#iduladha#kalori#kambing#kolesterol#kurban#lanjut usia#lemak#Lemak jenuh#lemak tidak jenuh#natrium#penyakit tidak menular#protein#sate kambing#tekanan darah tinggi#tongseng

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Yuk Penuhi Kebutuhan Nutrisi Para Lansia!

Vitamin D, B6, B12, Kalsium dan Zat Besi adalah mikronutrien penting yang harus senantiasa terpenuhi pada orang lansia. Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/senior-bearded-man-shows-muscl

Felicia Magdalena Kweesar