Diabetes Tipe 5, Tipe Baru Diabetes Ancam Usia Muda
Halo Nutriciers!
International Diabetes Federation (IDF) resmi meluncurkan tipe diabetes terbaru, yaitu Diabetes tipe 5 pada Kongres Diabetes Dunia 2025 di Bangkok, Thailand. Diabetes adalah kondisi tingginya kadar gula dalam darah dikarenakan tubuh tidak dapat memproduksi cukup insulin atau insulin tidak dapat digunakan oleh tubuh.
Sebelumnya, terdapat beberapa kategori diabetes yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, diabetes tipe 3, dan diabetes gestasional. Saat ini, Diabetes Tipe 5 yang baru dikenalkan oleh IDF sebenarnya sudah banyak dipelajari dan diamati.
Diperkirakan 20 sampai 25 juta orang di dunia terdiagnosis diabetes tipe ini dan sebagian besar diderita oleh anak-anak serta remaja dengan riwayat kekurangan gizi kronis. Sehingga diabetes ini banyak ditemukan pada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dengan masalah gizi buruk.
Mengenal Diabetes Tipe 5
Diabetes tipe 5 atau dikenal sebagai malnutrition-related diabetes yaitu diabetes yang terjadi pada individu yang mengalami kondisi kekurangan gizi terutama energi dan protein dalam jangka waktu lama. Sebelumnya, diabetes tipe 5 ini disebut sebut sebagai Maturity Onset Diabetes of the Young (MODY). Dikenal sebagai MODY karena tipe ini umumnya lebih banyak diderita oleh individu dengan kondisi kurang gizi kronis (IMT <19 kg/m2) atau kurus pada masa pertumbuhan yaitu laki-laki usia 12-17 tahun dan perempuan usia 9-15 tahun serta usia dewasa muda.
Kondisi kekurangan gizi kronis menyebabkan pankreas tidak dapat berfungsi optimal. Kerja pankreas yang tidak optimal ini mengakibatkan produksi insulin berkurang. Sehingga penderita diabetes tipe ini ditandai dengan kadar insulin dalam darah sangat rendah (defisiensi insulin berat).
Perbedaan Tipe Diabetes
- Diabetes tipe 1, diabetes dengan kondisi autoimun yang menyebabkan pankreas tidak dapat memproduksi insulin.
- Diabetes tipe 2, diabetes yang terjadi karena adanya resistensi insulin karena beberapa faktor seperti gaya hidup, pola makan, obesitas, genetik dan usia.
- Diabetes tipe 3, Kurangnya suplai insulin dalam otak sehingga dapat menurunkan fungsi otak dan berisiko Alzheimer.
- Diabetes tipe 4, biasa disebut diabetes gestasional yaitu kondisi diabetes pada ibu hamil walaupun sebelumnya tidak ada riwayat diabetes.
- Diabetes tipe 5, diabetes yang terjadi karena kerja pankreas tidak optimal sebagai manifestasi kondisi kurang gizi kronis.
Gejala Diabetes Tipe 5
Gejala yang seringkali dialami oleh penderita diabetes tipe 5 sebenarnya menyerupai tipe lain seperti diabetes tipe 1 atau tipe 2, seperti :
- Berat badan kurang
- Badan tetap kurus walaupun nafsu makan tinggi
- Mudah merasa lelah
- Luka yang sulit sembuh
- Sering haus
- Sering buang air kecil
- Kesemutan
- Pandangan buram atau kabur
Pada diabetes tipe 5, selain tanda gejala di atas hal yang menandakan yaitu adanya riwayat kurang gizi kronis.
Deteksi Diabetes Tipe 5
Sampai saat ini para ahli masih mendalami kasus diabetes tipe 5 sehingga belum ada pedoman khusus pengobatan dan pengelolaan diabetes tipe 5. Namun kita dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi diabetes secara umum, yaitu :
- Pemeriksaan kadar gula darah puasa (GDP) dan HbA1c
- Penilaian status gizi dengan mengukur berat badan, tinggi badan, lingar lengan atas dan lingkar perut.
- Pemeriksaan lanjut bisa dilakukan pemeriksaan fungsi pankreas.
Hal yang Perlu Diperhatikan Seputar Gizi
Kasus diabetes tipe 5 ini berkaitan dengan kondisi kekurangan gizi kronis sehingga beberapa hal ini perlu diperhatikan :
- Cukupi kebutuhan gizi dengan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, yang terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayur dan buah. Pemulihan status gizi pada kondisi gizi kurang dilakukan pemberian makanan tinggi kalori dan protein yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.
- Tetap memantau status gizi anak-anak dan remaja.
- Perbaikan sanitasi juga mempengaruhi status gizi, sehingga menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menerapkan pola hidup bersih sehat juga mampu mencegah dan membantu penanganan masalah gizi.
Diabetes tipe 5 ini memang masih memerlukan studi lebih lanjut, namun perlu kita sadari bersama bahwa menjaga kesehatan dan asupan gizi kita dan anak-anak merupakan usaha yang harus terus dilakukan.
Jika mengalami masalah gizi, disarankan untuk dapat melakukan konsultasi dengan ahli gizi untuk lebih memahami gizi dan mencegah munculnya masalah kesehatan berkaitan dengan gizi. Yuk Download Aplikasi Nutric.id di Play Store sebagai teman konsultasi gizi!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
