Lewati ke konten
NutriClinic
Medical Nutrition

Kenali Penyebab dan Jenis Malnutrisi pada Balita

Ditulis oleh Hanifah Nurul Aulia2 menit baca
Kenali Penyebab dan Jenis Malnutrisi pada Balita

Hai, NutriCiers!

Balita merupakan kelompok yang paling rentan terhadap malnutrisi. Menurut American Society of Parenteral and Enteral Nutrition (ASPEN), malnutrisi pada anak merupakan ketidakseimbangan antara asupan dan kebutuhan gizi yang menyebabkan anak mengalami defisit energi, protein, dan zat gizi mikro yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan. [1]

Di negara berkembang, malnutrisi pada anak dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Malnutrisi merupakan penyeybab dari hampir sepertiga kematian pada anak di bawah 5 tahun dan kerusakan kognitif pada anak.[2] Oleh karena itu, pemenuhan gizi pada bayi dan anak menjadi perhatian khusus.

Apa yang menyebabkan balita mengalami malnutrisi? Tiga faktor utama malnutrisi pada anak adalah kerentanan pangan dalam rumah tangga, lingkungan rumah tangga dan pengasuhan yang kurang baik, dan kurangnya layanan kesehatan. Kondisi ini turut dipengaruhi oleh faktor sosial-ekonomi dan lingkungan masyarakat.[3] Ketahanan pangan rumah tangga yang rendah dapat menyebabkan asupan anak tidak mencukupi. Hal ini menyebabkan adaptasi fisiologis, seperti pertumbuhan terhambat, penurunan massa lemak dan otot, serta penurunan total pengeluaran energi. Balita menjadi rentan malnutrisi karena kebutuhan energinya yang meningkat, sedangkan asupan tidak mencukupi.

NutriCiers, malnutrisi dalam bentuk kekurangan energi protein pada anak terdapat 3 tipe. Apa sajakah itu?

Marasmus

Marasmus merukapan bentuk malnutrisi energi protein akibat kekurangan energi kronis yang terjadi dalam waktu lama. Kondisi ini disebabkan oleh adaptasi fisiologis tubuh untuk merespon kelaparan atau kekurangan energi dan zat gizi lain. Gejala pada marasmus antara lain: anak tampak sangat kurus (tulang terbungkus kulit), wajah seperti orang tua (old face), cengeng, apatis, lemah, lesu, kulit keriput dan kendur karena hilangnya lemak subkutan.

Kwashiorkor

Kwashiorkor diakibatkan oleh asupan protein yang tidak mencukupi. Karakteristik anak yang mengalami kwashiorkor adalah adanya edema atau penumpukan cairan di dalam jaringan tubuh, rambut kering, rapuh, berwarna kuning kemerahan, dan mudah dicabut, kelainan kulit (dermatosis), wajah membulat dan sembab (moon face), serta pandangan mata sayu, rewel, dan apatis.

Marasmus-kwashiorkor

Marasmus-Kwashiorkor merupakan gabungan gejala dari marasmus dan kwashiorkor. Secara karakteristik, anak yang mengalami marasmus-kwashiorkor mengalami wasting (sangat kurus) dan edema (pembengkakan bagian tubuh karena penumpukan cairan) secara bersamaan.

Pencegahan kekurangan gizi pada anak dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan. Cara paling efektif adalah dengan pemberikan ASI eksklusif, makanan pendamping ASI yang sesuai, dan suplementasi vitamin A pada anak.

NutriCiers, malnutrisi merupakan penyebab masalah keseharan pada anak. Upaya mengatasi malnutrisi pada anak berarti meningkatkan status kesehatan anak. Hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di masa depan dan mondorong pertumbuhan ekonomi dan perkembangan masyarakat.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#Balita#gizi#gizi anak#gizi buruk#Hari Anak Balita Nasional#Hari Balita#Healthy#Information#malnutrisi#status gizi

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya