Halo, NutriCiers!
Seperti yang sudah kita ketahui, asma masih menjadi salah satu penyakit yang menghantui masyarakat Indonesia. Penyakit yang penderitanya mengalami penyempitan pada saluran nafas ini terus mengalami peningkatan jumlah penderita tiap tahunnya. Penyakit ini bersifat jangka panjang dan dapat menyerang golongan dari berbagai usia. Ketika asma kambuh, penderita biasanya mengalami beberapa gejala seperti kesulitan untuk bernafas, mengi episodik, batuk dan sesak. Kambuhnya asma dapat datang dari berbagai faktor pemicu, seperti contohnya alergen dalam ruangan, debu, binatang berbulu, ataupun asap rokok. Udara dingin dan aktivitas fisik juga bisa menjadi faktor pemicu terjadinya asma.
Bagi beberapa penderita asma, aktivitas fisik merupakan mimpi buruk karena meningkatkan resiko untuk memancing kambuhnya asma. Namun ternyata tidak semua olahraga itu berbahaya untuk penderita asma, lho. Ada beberapa olahraga yang malah mampu mengurangi tingkat keparahan penyakit saluran pernafasan ini, salah satunya yaitu olahraga renang. Rutin melakukan renang terbukti dapat meningkatkan kebugaran dan meningkatkan fungsi paru-paru yang dapat membantu mengurangi gejala asma. Selain itu, posisi horizontal saat berenang juga dapat membantu saluran pernapasan menjadi lebih rileks dan udara lembab di area kolam renang membuat saluran napas menjadi tidak kering. Hal ini melancarkan peredaran udara yang masuk dan keluar, mengurangi terjadinya penyempitan saluran pernapasan, dan menurunkan resiko serangan asma untuk kambuh. Karena itulah, olahraga renang aman dan bahkan sering dijadikan sebagai terapi untuk mengurangi frekuensi serangan asma.
Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan aktivitas ini secara rutin. Salah satunya yaitu kesensitifan penderita terhadap klorin yang terkandung dalam air pada kolam renang. Ketika terpapar oleh kandungan klorin yang terlalu tinggi, resiko serangan asma pada penderita meningkat. Oleh sebab itu, penting untuk mencari tahu terlebih dahulu informasi mengenai kadar klorin di kolam renang sebelum digunakan dan pilihlah kolam dengan kadar klorin yang rendah. Hal lainnya yang harus diperhatikan adalah pastikan untuk memilih kolam renang yang memiliki pengawas atau lifeguard agar ada pihak yang sigap menolong jika asma kambuh ketika berenang. Jika kolam tidak memiliki fasilitas lifeguard, ajaklah teman atau anggota keluarga.
Setelah mengetahui informasi di atas, penderita asma boleh-boleh saja untuk menjadikan renang sebagai olahraga rutin. Tetapi tetap usahakan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter untuk memastikan kondisi kesehatan dan juga jangan lupa untuk mengetahui batasan diri, ya!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
