Lewati ke konten
NutriClinic
Life Cycle Nutrition

Makanan Ibu Menyusui Dapat Berpengaruh Kepada Bayi? Simak Penjelasannya!

Ditulis oleh Shella Ernita Firdayanti3 menit baca
Makanan Ibu Menyusui Dapat Berpengaruh Kepada Bayi? Simak Penjelasannya!

Halo NutriCiers!

Tahukah kamu? ASI merupakan sumber zat gizi bayi yang ideal terutama pada 6 bulan pertama kehidupannya. Ibu menyusui mungkin khawatir apakah makanan yang dikonsumsi akan berpengaruh terhadap kandungan ASI mereka.

Secara kuantitas, asupan makanan ibu yang cukup mengandung zat gizi yang diperlukan, baik jumlah kalori, protein, lemak, dan vitamin serta mineral diimbangi dengan minum air putih 8-12 perhari akan mencukupi produksi ASI untuk kebutuhan bayi. Terdapat penelitian bahwa asupan gizi ibu yang terpenuhi dengan baik memiliki korelasi dengan kelancaran produksi ASI.

Secara kualitas, sumber makanan ibu yang tinggi DHA akan meningkatkan kadar DHA dalam ASI yang tentunya berperan baik dalam perkembangan otak bayi. Ibu dapat mengonsumsi ikan sebagai sumber DHA 2-3 kali/minggu. Contoh ikan yang dapat dikonsumsi yaitu salmon, bluefish, kakap, salem, flounder, dan tuna. Hindari konsumsi ikan hiu, todak, jabad, marlin, dan tengiri karena tinggi kandungan merkuri yang dapat mengganggu perkembangan sistem saraf bayi jika dikonsumsi secara berlebihan.

Banyak mitos beredar di masyarakat bahwa beberapa makanan berikut tidak boleh dikonsumsi ibu menyusui karena akan berpengaruh pada bayi. Yuk kita cek faktanya!


1. Kafein
Kafein ikut terbawa dalam ASI, akan tetapi persentasenya sangat kecil sehingga bayi tidak merasakan efeknya. Namun, pada bayi newborn akan lebih sensitif terhadap kafein dibandingkan dengan bayi yang sudah lebih besar. Batas kafein yang aman adalah sekitar 2-3 cup kopi perhari.


2. Makanan pedas
Makanan pedas yang dikonsumsi ibu dipercaya akan membuat bayi kolik, diare, maupun ruam. Hal tersebut tidak terbukti. Faktanya, pada bayi yang sudah terekspos berbagai rasa di dalam kandungan maupun melalui ASI, akan lebih mudah menerima berbagai rasa makanan ketika sudah memasuki fase MPASI. Yang menjadi fokus utama ibu menyusui tidak diperbolehkan makan makanan pedas yaitu dikhawatirkan ibu mengonsumsinya ketika bersamaan dengan aktifitas menyusui sehingga akan mengenai bayi. Selain itu, kondisi kesehatan ibu jika tidak toleran terhadap makanan pedas akan terganggu, misalnya timbul rasa tidak nyaman di perut hingga diare.


3. Makanan bergas dan bercita rasa asam
Makanan bergas seperti kubis, kembang kol, dan brokoli seringkali dilarang untuk dikonsumsi ibu menyusui karena mengakibatkan bayinya kembung. Faktanya, gas dan serat tidak larut ke dalam ASI. Sama seperti makanan asam, misalnya jeruk, nanas, dan tomat, tidak akan mempengaruhi ASI.


4. Makanan mentah
Makanan mentah seperti sashimi, tiram, dan susu segar dapat menjadi sumber infeksi, serta pada beberapa jenis ikan tinggi kandungan merkurinya. Faktanya, makanan tersebut aman dikonsumsi ibu jika dalam keadaan segar dan tidak akan menimbulkan masalah pada bayi. Di sisi lain, jika kondisi makanan tersebut tidak segar memiliki kemungkinan ibu yang mengonsumsi mengalami keracunan. Namun, pada kondisi tersebut ibu tetap dapat menyusui bayinya dengan pemberian antibiotik oleh dokter.


5. Makanan/minuman bersuhu dingin
Suhu pada ASI sama dengan suhu badan ibu dan diatur dengan baik melalui termoregulasi. Tidak ada bukti penelitian yang menunjukkan bahwa makanan/minuman bersuhu dingin mempengaruhi produksi maupun kualitas ASI.


Dalam kasus yang jarang terjadi, bayi dapat mengalami alergi terhadap makanan yang ibu konsumsi. Tanda bayi yang kemungkinan mengalami alergi adalah eksim/ruam, konstipasi, muntah, kolik, diare, feses berwarna hijau, berlendir, dan terdapat bercak darah, hingga pertumbuhan dan perkembangan yang terganggu. Beberapa makanan ini dapat menjadi penyebab alergi:
  1.   Produk susu/dairy products
  2.   Telur
  3.   Kedelai dan kacang-kacangan
  4.   Gandum

Namun tidak ada rekomendasi yang mengatakan bahwa menyusui perlu membatasi konsumsi makanan tersebut. Jika bayi menunjukkan gejala alergi yang berhubungan dengan makanan yang ibu konsumsi, eliminasi jenis makanan tersebut untuk meredakan gejala alerginya.

Kabar baiknya, komposisi ASI terlepas dari apapun yang ibu konsumsi, merupakan sumber makanan yang paling tepat untuk bayi. Karena tubuh ibu mengetahui apa yang bayi butuhkan dalam setiap tahapan pertumbuhan dan perkembangannya.

Nah, karena sudah mengetahui faktanya, ibu menyusui dapat mengonsumsi makanan tanpa khawatir memberikan efek negatif kepada bayi. Namun, utamakan untuk mengonsumsi makanan dengan porsi cukup dan begizi seimbang karena zat gizi yang terkandung dalam makanan ibu, dapat memberikan manfaat untuk tumbuh kembang bayi. Konsultasikan dengan ahli gizi Nutric.id untuk merencanakan pengaturan yang tepat saat menyusui. Yuk Download Aplikasi Nutric.id di Play Store sebagai teman konsultasi gizi ibu dan anak!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#ASI#Bayi#Bayi Baru Lahir#inisiasi menyusui dini#laktasi#menyusui#pekan menyusui sedunia

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya