Olahraga Mampu Mencegah Hipertensi? Benar Gak Sih?
Hai NutriCiers!
Selamat hari hipertensi sedunia 2021!
Apakah sobat NutriCiers tahu? bahwa indonesia sekarang sudah mengalami fase transisi epidemiologis yang menyebabkan terjadinya pergantian atau berubahnya pola penyakit dari penyakit infeksi menjadi penyakit tidak menular. Perubahan itu terjadi dikarenakan adanya perubahan sosial, ekonomi, lingkungan dimana perilaku gaya hidup tidak sehat yang menjadi kebiasaan masyarakat pada saat ini.
Hipertensi salah satu penyakit tidak menular yang merupakan masalah kesehatan di Indonesia
Penyakit hipertensi merupakan keadaan dimana tingginya tekanan darah pada tubuh diatas batas normal. Seseorang akan mengalami hipertensi apabila tekanan sistolik di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg. Menurut Kemenkes RI 2014, hipertensi merupakan penyebab penyakit terbanyak dengan urutan ke-3 di Indonesia dengan angka kematian yang mencapai 27,1%.
Gaya hidup yang tidak sehat mendukung terjadinya hipertensi?
Gaya hidup yang tidak sehat menyebabkan terjadinya berbagai penyakit. Faktor yang mendukung terjadinya hipertensi antara lain konsumsi makanan lemak dan garam yang tinggi seperti fast food, kurangnya kosumsi sayur dan buah, kebiasaan merokok, serta kurangnya aktivitas fisik.
Apakah olahraga dapat mencegah hipertensi?
Tahukah anda? Ternyata orang yang jarang melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga memiliki kontrol nafsu makan yang tidak teratur. Hal itu mengakibatkan konsumsi makanan yang berlebih sehingga berpotensi terjadinya kegemukan. Karena adanya pertambahan berat badan, volume darah pun akan bertambah sehingga menambah beban jantung dalam memompa darah yang akan menimbulkan kejadian hipertensi.
Faktanya, aktivitas fisik merupakan salah satu upaya promotif dalam penurunan tekanan darah pada tubuh. Aktivitas fisik yang dilakukan secara baik dan rutin melatih otot jantung menjadi kuat sehingga memperbesar daya tampung jantung, memperkuat denyut jantung, serta meningkatkan elastisitas pembuluh darah yang menyebabkan berkurangnya timbunan lemak. Selain itu, aktivitas fisik juga dapat merangsang pelepasan hormon endorfin yang dapat merelaksasi otot sehingga tekanan darah menurun.
Tips olahraga dengan menerapkan prinsip FITT
- Frequency
Frekuensi olahraga akan mempengaruhi penurunan tekanan darah. semakin sering frekuensi olahraga yang dilakukan, semakin signifikan menurunnya tekanan darah.
- Intensity
Intensitas dalam berolahraga terbukti efektif dalam mengelola tekanan darah. tingkat intensitas yang efektif dalam menurunkan tekanan darah adalah latihan intensitas sedang.
- Time
Lamanya durasi dalam berolahraga mempengaruhi efek yang akan ditimbulkan dari penurunan tekanan darah. semakin lama durasi dalam berolahraga, semakin signifikan terjadinya penurunan tekanan darah.
- Type
Jenis- jenis olahraga yang dapat dilakukan dalam upaya menurunkan tekanan darah antara lain aerobik, latihan ketahanan, dan yoga.
Salam Sehat, Gizi Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
