Lewati ke konten
NutriClinic
Sports and Beauty

Rekomendasi Aktivitas Fisik untuk Penderita Hemofilia

Ditulis oleh Felicia Magdalena Kweesar2 menit baca
Rekomendasi Aktivitas Fisik untuk Penderita Hemofilia
Olahraga ringan yang teratur dengan durasi 30-120 menit sehari dianjurkan untuk penderita hemofilia agar metabolisme tubuhnya tetap terjaga dengan baik. 

Hi, NutriCiers!

Untuk memperingati Hari Hemofilia Sedunia pada tanggal 17 April, yuk kita bahas hemofilia lebih dalam. Hemofilia merupakan kelainan yang sifatnya turun temurun dan berhubungan dengan perdarahan pada persendian dan otot. Pendarahan yang terjadi pada orang hemofilia bisa mengakibatkan defisiensi sistem muskuloskeletal yang memengaruhi kinerja aktivitas hidup sehari-hari. Selain itu, manifestasi klinisnya dapat berupa suhu tubuh yang meningkat, nyeri, atrofi otot, gaya berjalan yang abnormal, kelemahan, hemarthrosis, penurunan rentang gerak sendi, dan bahkan perkembangan degeneratif pada sendi. Lalu, perlu diketahui juga bahwa hemarthrosis bisa berakibat pada rentan patah tulang dan osteoporosis akibat penurunan mineral tulang. Dalam tingkatan hemofilia yang paling parah, pendarahan kronis dan berulang biasanya terjadi dan menyebabkan deformitas sendi. Penyakit ini sangat berbahaya karena tanpa adanya pengobatan, bisa menyebabkan kematian.

Nah, NutriCiers harus tau nih bahwa penderita hemofilia sangat dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik karena manfaatnya yang sangat banyak! Dengan melakukan aktivitas fisik, penderita hemofilia bisa menurunkan risiko penyakit metabolik, masalah jantung dan pembuluh darah, mengurangi kejadian gangguan kronis degeneratif, osteoporosis, artropati, dan perdarahan intramuskular dan sendi.  Namun, NutriCiers harus ingat bahwa aktivitas fisik yang dilakukan harus yang termasuk dalam kategori ringan, ya!3

Lalu, apa sih rekomendasi aktivitas fisik yang tepat untuk penderita hemofilia? Yuk, lihat jawabannya dibawah ini:

  1. Lakukan warm-up (pemanasan) atau yoga dengan rutin untuk melatih fleksibilitas tubuh
  2. Biasakan diri untuk melakukan low-impactsports seperti berenang, bersepeda, dan berjalan
  3. Penderita hemofilia juga bisa melakukan olahraga badminton atau voli, namun raket atau bola yang digunakan diganti dengan yang lebih ringan

NutriCiers juga harus ingat bahwa aktivitas fisik yang direkomendasikan di atas harus dilakukan secara rutin. Berdasarkan studi, lakukanlah kegiatan tersebut minimal 30 menit dan maksimal 120 menit sehari. Penderita Hemofilia juga harus sadar bahwa olahraga seperti berlari, berputar, mengayunkan raket dan melempar dengan sekuat tenaga bisa berefek pada hiperekstensi sendi dan tekanan fisik yang menyebabkan hemartrosis sehingga harus dilakukan secara hati-hati.

Jadi, untuk meyakinkan NutriCiers, kalian bisa berkonsultasi dengan dokter kalian masing-masing supaya merasa tetap aman saat beraktivitas fisik. Yuk, mulai dari sekarang biasakan diri berolahraga demi tubuh yang lebih sehat!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#badminton#berenang#bersepeda#darah#Hari Hemofilia Sedunia#Healthy#Hemofilia#hemoglobin#kesehatan#low-impact#pemanasan#voli#warm-up#World Hemophilia Day#yoga

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya