Lewati ke konten
NutriClinic
Work and Wellbeing

Berkenalan Dengan Penyakit Lupus yang Pernah Diderita Selena Gomez

Ditulis oleh Anggry2 menit baca
Berkenalan Dengan Penyakit Lupus yang Pernah Diderita Selena Gomez
Lupus merupakan penyakit yang berkaitan dengan autoimun
Sumber gambar : pixabay

Halo NutriCiers!

Inget gak, sih? Pada tahun 2017 silam, Selena Gomez dikabarkan melakukan cangkok ginjal dikarenakan komplikasi penyakit lupus yang diidapnya. Artis Hollywood cantik yang satu ini telah didiagnosa terkena lupus sejak tahun 2015 dan menjalani pengobatan sekitar 2 tahun sebelum menerima transplantasi ginjal. Bukan merupakan penyakit yang asing, lupus tidak hanya pernah menyerang Selena Gomez tetapi juga banyak artis lain baik dari luar bahkan dalam negeri. Salah satunya yaitu menimpa komedian terkenal asal Indonesia, Raditya Dika. Lantas, apa sih sebenarnya penyakit lupus itu? Yuk, kita simak penjelasannya!

Lupus atau Systemic Lupus Erythematosus merupakan penyakit yang berkaitan dengan autoimun. Pada normalnya sistem imun kita menjaga keoptimalan kondisi tubuh dengan cara menyerang penyakit dan sel jahat. Namun mekanisme lain terjadi terhadap penderita lupus, yaitu sistem imun juga menyerang sel sehat dan jaringan tissue yang akhirnya dapat menimbulkan peradangan dan kerusakan pada organ di jaringan yang berkaitan. Penyakit lupus dapat menyerang siapa saja tanpa pandang usia, termasuk pada anak kecil. Walaupun demikian, ternyata wanita lebih beresiko dibandingkan pria. Usia subur (15-44 tahun) merupakan usia dimana wanita memiliki resiko paling tinggi untuk terserang lupus. 

Ketika terjangkit lupus, gejala yang ditunjukan beragam dari satu penderita dengan penderita lainnya. Meskipun begitu, terdapat beberapa gejala umum yang seringkali ditunjukan pada penderita lupus, berupa:

  1. Ruam pada kulit
  2. Sendi nyeri dan bengkak
  3. Rambut rontok
  4. Demam tanpa alasan yang jelas
  5. Mudah lelah 
  6. Kejang 

Untuk memastikan diagnosa benar-benar memiliki lupus, pasien harus melewati beberapa macam pemeriksaan mengingat tanda dan gejala yang ditunjukan tidak spesifik dan tidak bisa diobservasi melalui gejala luar saja. Pemeriksaan yang dilakukan biasanya berupa tes lab berupa tes darah, tes urine, biopsi, dan pemindaian seperti Rontgen. Pemeriksaan tes darah juga dilakukan untuk memastikan adanya kenaikan antibodi ANA (antinuclear antibody) yang merupakan karakteristik dari penderita penyakit autoimun ini. 

Hingga saat ini, belum ada obat-obatan yang dapat menyembuhkan lupus secara total. Namun berikut berupa beberapa pengobatan yang dilakukan saat ini untuk meminimalisir gejala dan efek pada pasien:

  1. Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID). Obat-obatan NSAID berupa ibuprofen dan naproxen biasanya digunakan untuk meredakan rasa sakit, pembengkakan, dan demam akibat lupus. 
  2. Obat anti malaria. Penelitian menunjukan bahwa pasien lupus yang mengkonsumsi obat anti malaria seperti hydroxychloroquine, chloroquine, atau quinacrine dapat mengurangi kerusakan organ secara berkala. 
  3. Kortikosteroid. Kortikosteroid pada resep dokter biasanya termasuk prednisone, hydrocortisone, methylprednisolone, or dexamethasone
  4. Imunosupresan. Berupa azathioprine, methotrexate, cyclophosphamide, mycophenolate mofetil, or belimumab yang digunakan untuk menekan imun tubuh. 

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai penyakit lupus, NutriCiers. Untuk menurunkan resiko terkena lupus, kita bisa mulai dengan menerapkan hidup sehat, menghindari pemicu lupus, dan melakukan kontrol kesehatan ke dokter secara berkala.

Salam gizi, sehat berkualitas. 

Tag:#autoimun#hari lupus sedunia#Healthy#imun#lupus

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Asupan Gizi Untuk Thalassemia

Mengonsumsi daging harus dihindari dan mengonsumsi susu dan juga produk lainnya yang banyak megandung kalsium malah harus dikonsumsi oleh para penderita thalassemia Sumber gambar : freepik Halo NutriC

Annisaa Fairuz Tyara

Olahraga Aman Bagi Ibu Menyusui

Sudah bukan rahasia lagi jika olahraga dapat menjaga kebugaran dan kesehatan bagi manusia. Tidak hanya itu, ternyata berolahraga bagi ibu yang menyusui juga sangat dianjurkan lho. Olah

Bariza Diah Astari