Lewati ke konten
NutriClinic
Work and Wellbeing

Ketahui tentang Anemia pada Pekerja Wanita

Ditulis oleh Silvia Bufa Amanda2 menit baca
Ketahui tentang Anemia pada Pekerja Wanita
Penyebab kondisi anemia pada pekerja adalah tingginya aktivitas fisik selama bekerja dan terbatasnya waktu untuk mengkonsumsi makanan sumber zat besi

Halo NutriCiers!

Dalam dunia kerja, wanita memiliki peran yang cukup penting. Di Indonesia terdapat berbagai industri dan bisnis yang mayoritas pekerjanya adalah wanita. Jumlah pekerja wanita di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa terdapat 40 juta pekerja wanita dan lebih dari setengahnya merupakan wanita usia subur.

Produktivitas dari pekerja wanita salah satunya dipengaruhi oleh status anemia. Survei menyatakan bahwa sebanyak 26,4% pekerja wanita di Indonesia mengalami anemia. Sobat NutriCiers tentu tidak asing lagi dengan istilah dengan anemia. Anemia terjadi karena kurangnya asupan zat besi sehingga menyebabkan kadar hemoglobin dalam darah menurun. Hemoglobin atau biasa disingkat dengan Hb berperan dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Seorang wanita dewasa dikatakan mengalami anemia apabila kadar hemoglobin dalam darahnya kurang dari 12 mg/dL. Anemia pada pekerja wanita akan menurunkan aktivitas dan produktivitas di lingkungan kerja.

Gejala anemia yang sering dialami oleh pekerja wanita antara lain gejala umum seperti lemah, letih, dan lesu; sakit kepala; sering merasa pusing; serta mata berkunang-kunang ketika melakukan pekerjaan dalam waktu yang lama.  

Banyak peneliti yang melihat pengaruh anemia terhadap produktivitas pekerja wanita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anemia pada pekerja wanita akan menyebabkan penurunan kemampuan motorik yang mengakibatkan rasa cepat lelah. Rasa cepat lelah ini disebabkan karena otot kekurangan oksigen sehingga metabolisme otot tidak dapat berjalan dengan sempurna. Penelitian lain menyebutkan bahwa pekerja wanita yang mengalami anemia memiliki output kerja 5-10% serta memiliki kapasitas kerja 6,5 jam perminggu yang lebih rendah dibandingkan dengan pekerja wanita yang tidak mengalami anemia.

Faktor terbesar yang menyebabkan kondisi anemia pada pekerja adalah tingginya aktivitas fisik selama bekerja dan terbatasnya waktu untuk mengkonsumsi makanan sumber zat besi. Selain dua hal tersebut, anemia pada pekerja wanita juga dapat disebabkan oleh kehilangan darah selama menstruasi.

Untuk dapat mengurangi prevalensi anemia pada pekerja wanita, perusahaan atau kantor diharapkan dapat bekerja sama dengan puskesmas untuk melakukan penyuluhan mengenai anemia. Selain itu perusahaan atau kantor diharapkan dapat lebih memperhatikan kesehatan dan jam kerja pegawainya.

Nah, Itu tadi informasi mengenai anemia pada pekerja wanita. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan Sobat NutriCiers semua!

Salam gizi, sehat berkualitas!

Tag:#anemia#anemia defisiensi besi#Healthy#hemoglobin#Information#kerja#pekerjaan#performa kerja#produktivitas#produktivitas kerja#wanita

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Tetap Fit Bekerja di Kawasan Industri

Perhatikan kesehatan pernapasan dan asupan gizi seimbang untuk para pekerja industri. Sumber gambar: https://www.pexels.com/photo/white-smoke-coming-out-from-a-building-3634730/ Hai, NutriCiers! Dalam

Bariza Diah Astari

Yuk Penuhi Kebutuhan Nutrisi Para Lansia!

Vitamin D, B6, B12, Kalsium dan Zat Besi adalah mikronutrien penting yang harus senantiasa terpenuhi pada orang lansia. Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/senior-bearded-man-shows-muscl

Felicia Magdalena Kweesar