Pentingnya Pendekatan Psikososial Bagi Penderita Kanker pada Anak
Hai, NutriCiers!
Kanker istilah yang digunakan pada tumor yang ganas, merupakan kelainan yang terjadi dengan pertumbuhan abnormal dari sel-sel yang terkena karsinogen dan sel kanker yang membelah kehilangan kontrol. Secara global, kanker merupakan penyebab kematian kedua di dunia dengan 9,6 juta kasus kematian pada tahun 2018. Kanker dapat menyerang organ tubuh manapun seperti paru-paru, hati, lambung, payudara2 pada berbagai kelompok usia dan jenis kelamin. Namun, tahukah kalian bahwa kanker tulang merupakan salah satu dari enam kanker yang kerap menyerang anak-anak di Indonesia?
Kanker tulang berawal tumbuh dari tumor ganas pada tulang yang dapat menghancurkan jaringan tulang normal. Kanker tulang dapat menyerang jaringan tulang padat, tulang rawan, jaringan serat, dan jaringan sumsum tulang. Faktor risiko terjadinya kanker tulang meliputi genetik, penyakit tulang kronik, riwayat radiasi, kemoterapi, serta pemasangan implan logam. Gejala yang ditemukan pada kanker tulang berupa nyeri, edema pada anggota gerak serta penurunan berat badan.
Kanker yang terjadi pada anak akan memberikan dampak perubahan akibat dari perjalanan penyakit maupun efek samping pengobatan. Berikut dampak perubahan yang terjadi akibat kanker:
1. Perubahan psikologis dapat disebabkan oleh efek dari pengobatan dan perawatan yang lama sehingga memiliki waktu yang terbatas untuk melakukan aktivitas seperti sekolah dan bermain serta rasa khawatir, cemas, takut serta rasa sakit saat menjalani terapi.
2. Perubahan fisik dan sosial berupa rambut rontok, tubuh lemah, merasa lelah, sesak nafas, mudah mengalami infeksi dan pendarahan, mual dan muntah. Selain itu, anak akan cenderung menarik diri dari lingkungan sosial.
Perubahan-perubahan yang dialami tersebut dapat memengaruhi kualitas hidup anak. Maka dari itu, penanganan pada kanker anak haruslah tepat salah satunya adalah melalui layanan psikososial. Yuk simak penjelasan berikut!
Layanan Psikososial
Layanan psikososial merupakan perawatan dengan pendekatan psikologis dan sosial pada pasien penyakit kronis. Kegiatan ini dilakukan oleh perawat diawali dengan komunikasi yang baik secara verbal dan non verbal berupa memberikan empati dan dukungan sosial. Kegiatan ini sangatlah penting karena berpengaruh pada kondisi fisik, sosial, kognitif, emosi, serta masalah psikologis seperti susah tidur, dan depresi.
Selain itu, pentingnya dukungan sosial dari keluarga dan sahabat berupa bantuan yang dapat menumbuhkan perasaan nyaman, percaya diri, semangat, serta meningkatkan kesehatan mental seperti dukungan emosional dan penghargaan pada pasien.
Salam Sehat, Gizi Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
