Lewati ke konten
NutriClinic
Events

Cermat Menjaga Berat Badan Saat Hari Raya Idul Fitri dengan Mengatur Pola Makan

Ditulis oleh Zulaikhah Atyas Permatasari2 menit baca
Cermat Menjaga Berat Badan Saat Hari Raya Idul Fitri dengan Mengatur Pola Makan
Konsumsi makanan sesuai kebutuhan (tidak berlebih) bergizi seimbang untuk menjaga berat bada saat hari Raya Idul Fitri

Hai NutriCiers, selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri! Tidak terasa setelah sebulan penuh kita berpuasa Ramadhan tibalah saat dimana hari kemenangan telah tiba. Berbicara mengenai Hari Raya Idul Fitri seringkali terdapat fenomena dimana  beberapa orang mengeluhkan merasa gemuka/berat badannya meningkat.  Padah dibandingkan  ketika periode puasa Ramadhan beberapa orang merasa berat badan lebih terjaga atau bahkan berkurang. Salah satu studi metaanalisis  menunjukan bahwa puasa ramadhan secara signifikan mampu menurunkan berat badan, massa lemak, dan massa bebas lemak terutama pada suatu individu denghan status gizi overweight  dan obesitas. Tentunya hal ini menjadi awalan yang baik serta membawa keuntungan bagi sebagian orang yang sedang menjalankan diet program penurunan berat badan.

Tanpa disadari ketika Hari Raya Idul Fitri, kita mulai ‘pembalasan makan setelah puasa’ dan  ‘kecolongan’  dalam mengontrol pola makan seperti porsi berlebih juga mengkonsumsi pilihan makanan obesogenik dimana mampu memicu kenaikan berat badan yang tidak diinginkan dan obesitas. Ketika asupan makan lebih dari kebutuhan (surplus), terjadi keseimbangan energi positif  dan   kenaikan berat badan. NutriCiers tentu sudah tidak asing dengan tradisi berkumpul bersama keluarga sambil menikmati hidangan santapan berlemak (seperti: gorengan, opor, sambal goreng, rendang, dll), snack/makanan ringan, makanan manis (seperti:permen,cookies, kue kering,dll), dan minuman-minuman manis  (seperti: es sirup, minuman bersoda, minuman kemasan) yang disajikan ketika hari raya idul fitri.

Beberapa makanan dan minuman tersebut tergolong sebagai ultra-processed food dimana memiliki hubungan terhadap kejadian obesitas. Hal ini dikarenakan kandungan tinggi energi, tinggi lemak jenuh serta trans, gula tambahan, dan natrium didalamnya. Tingginya kandungan karbohidrat sederhana dan lemak mengakibatkan adanya konsumsi berlebih serta sensasi adiktif.  Penelitian lain juga menyebutkan bahwa meningkatnya konsumsi minuman manis (sugar sweetened beverage/SBB) berhubungan dengan peningkatan berat badan yang lebih besar. Selain itu wanita yang mengkonsumsi makanan seperti keripik kentang, makanan manis/dessert, daging merah olahan/tidak olahan, atau gorengan diketahui juga mengalami peningkatan berat badan yang lebih besar. 

Untuk itu, berikut adalah tips agar NutriCiers lebih cermat dalam menjaga berat badan

  1. Konsumsi makanan sesuai kebutuhan (tidak berlebih) bergizi seimbang. Dengan batas maksimal asupan lemak adalah 67 g, natrium 2400 mg, dan gula 50 g (setara 4 sdm) bagi orang normal
  2. Cermat membaca label kemasan pada bungkus makanan
  3. Terapkan mindful eating  ketika makan yaitu memperhatikan apa yang dimakan, porsi berapa banyak, emosi ketika makan, isyarat fisik saat makan sehingga mengenali dan mengatasi emosi serta sensasi fisik (lapar dan kenyang)

Salam Gizi Sehat Berkualitas!

Tag:#berat badan#Idul Fitri#pola asupan makanan

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Pentingnya Bantuan Gizi dalam Situasi Bencana

Baru-baru ini kita melihat berita adanya bencana alam di beberapa titik di wilayah Indonesia seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan erupsi gunung berapi, hal ini tidak hanya m

Fathurrahmi Ichwan Alduaira

Makanan Diet Buat Kenyang Lebih Lama

Tahukah kamu? Ketika kita konsumsi makanan diet akan membuat kita merasa kenyang lebih lama. Kira-kira menu diet seperti apa ya yang dapat memperpanjang durasi kenyang sehingga dapat

Kinanthi Dewi Mutiek