Ragam Pangan Lokal Rendah Gula Lemak, Cegah Obesitas!
Halo NutriCiers!
Kekayaan pangan lokal di Indonesia memiliki banyak pilihan enak sekaligus sehat, contohnya seperti tahu dan tempe, umbi-umbian, berbagai macam ikan tawar dan laut, sayur-sayuran lokal dan buah-buahan tropis. Dari singkong rebus, ubi jalar panggang, gado-gado, rujak buah, sampai papeda dengan ikan kuah kuning.
Pilihan menu ini bukan cuma enak tapi juga baik untuk kesehatan, ramah di kantong dan pastinya tetap nikmat sesuai dengan cita rasa dan lidah orang Indonesia.
Sebagai contoh, ubi jalar secara alami memang memiliki kandungan gula, tetapi juga kaya akan nutrisi lainnya seperti vitamin A, potasium dan serat yang bermanfaat untuk memperlambat penyerapan gula dalam darah dan menstabilkan level gula darah.
Jadi, walaupun ubi jalar rasanya manis, ubi jalar tetap aman untuk dikonsumsi oleh berbagai macam kalangan. Berbeda halnya dengan cemilan buatan pabrik yang diproduksi dalam jumlah banyak atau biasa disebut Ultra Process Food yang identik dengan penambahan gula dan garam yang berlebih.
Teknik memasak pun memegang peranan penting untuk mejaga cita rasa dan mengurangi asupan lemak berlebih, entah itu kukus, panggang, rebus, atau tumis sedikit minyak.
Contoh menu yang dapat diterapkan:
- Pepes ikan pedas dengan sambal lokal
- Urap sayur
- Tumis bunga papaya
- Sayur asem
- Lauk tempe bakar.
Contoh menu camilan dengan tetap mengkontrol jumlah gula tambahannya:
- Susu kedelai
- Bubur kacang hijau
- Onde-onde.
Walaupun Indonesia banyak memiliki pangan lokal yang rendah gula dan lemak secara alami, banyak juga jajanan-jajanan lokal yang tanpa kita sadari tinggi gula dan lemak, dan sebaiknya dihindari atau dibatasi konsumsinya. Contohnya: cilok dan seblak, tinggi karbohidrat, tinggi lemak, tinggi sodium.
Cilok dan seblak cenderung rendah protein dan serat karena kandungan utamanya adalah tepung. Belum lagi panganan seblak di era modern seperti sekarang, ada banyak penambahan Ultra Process Food seperti sosis, bakso dan crab stick.
Contoh lainnya adalah martabak manis yang cenderung tinggi gula dan tinggi lemak jenuh dari penambahan gula pasir, susu kental manis hingga mentega yang berlebihan.
Dari sisi kesehatan, pola makan rendah gula dan lemak dapat membantu mengendalikan berat badan dan menurunkan risiko resistensi insulin.
Penelitian menunjukkan bahwa mengurangi konsumsi gula tambahan dan lemak jenuh berperan besar dalam pencegahan obesitas. Kondisi obesitas merupakan jalan masuk penyakit lainnya seperti diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular (hipertensi, stroke, serangan jantung), dan penyakit lainnya.
Penting juga untuk mengombinasikan pola makan sehat dengan aktifitas fisik ringan minimal 30 menit sehari, seperti berjalan atau jogging dan bersepeda, untuk tetap menjaga pola hidup sehat.
Jadi, memanfaatkan kekayaan pangan lokal Indonesia sebagai dasar menu sehari-hari adalah strategi yang baik. Mulailah dengan mengganti 2 makanan manis atau gorengan per minggu dengan opsi lokal rendah gula dan lemak.
Selain itu, jangan menambahkan gula pada minuman dan gunakanlah rempah-rempah untuk menambah cita rasa. Kecil langkahnya, besar dampaknya.
Jika NutriCiers masih bingung dalam memilih jenis makanan dan menu sehari-hari yang sesuai, silahkan berkonsultasi dengan ahli gizi. Yuk Download aplikasi Nutric.id di Play Store sebagai teman konsultasi gizimu!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
