ASI Tetap Jadi Pilihan Utama sebagai Asupan Terbaik untuk Bayi Prematur
Halo NutriCiers!
Di Indonesia bayi lahir prematur sudah sering terjadi, dan bayi yang lahir prematur akan memiliki berat badan yang kurang dari normal atau Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Di Indonesia berdasarkan Riskesdas Tahun 2018 bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah sebesar 6,2%. Menurut WHO, Air Susu Ibu (ASI) merupakan pilihan utama sebagai makanan untuk bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) atau bayi prematur. Pada tahun 2018, pedoman nutrisi untuk bayi prematur diperbaiki. Perbedaan yang terpenting dari edisi 2018 adalah dimulainya pemberian minum yang lebih cepat melalui oral care. Pemberian oral care adalah pemberian kolostrum ibu melalui jalan napas untuk menginisiasi terapi imun oral (mulut) (C-OIT) sebelum dimulainya pemberian asupan enteral (pemberian nutrisi lewat pipa). Kolostrum hanya akan didapatkan dari ASI.
Zat gizi yang terkandung dalam ASI memiliki banyak manfaat. Kandungan gizi yang terdapat pada ASI terdiri dari protein, lemak, dan karbohidrat. Kandungan protein dan lemak pada ASI yang melahirkan bayi prematur lebih besar dari ASI yang melahirkan bayi cukup bulan, yaitu 35% dan 23%. Kandungan karbohidrat pada ASI yang melahirkan bayi prematur juga cukup tinggi yang berguna untuk membantu penyerapan mineral, seperti magnesium, fosfor, dan kalsium. Karbohidrat kompleks pada ASI juga berperan menghambat perlekatan bakteri jahat pada dinding usus. Protein tinggi yang terkandung pada ASI bayi prematur akan membantu pertumbuhan bayi yang lahir sebelum waktunya, karena bayi prematur membutuhkan lebih banyak protein untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhan di awal-awal kehidupannya.
Lalu, bagaimana cara pemberian nutrisi oral care pada bayi prematur dengan berat lahir yang berbeda?
Bayi prematur dengan berat lahir >1800 gram dapat diberikan ASI langsung dari payudara ibu. Bayi prematur dengan berat lahir 1500-1800 gram, refleks hisap belum baik, tetapi refleks menelan sudah ada, dapat diberikan ASI perah dengan sendok atau cangkir, 10-12 kali sehari. Bayi prematur dengan berat lahir 1250-1500 gram, refleks hisap dan menelan belum ada, perlu diberikan ASI pernah melalui pipa orogastrik 12 kali sehari. Apabila tidak terdapat ASI ibu atau pada hari-hari pertama belum keluar, alternatif yang dapat diberikan adalah ASI donor dulu sebagai prioritas
Nah, itulah mengapa ASI selalu menjadi asupan gizi terbaik bagi bayi ya NutriCiers! Semoga bermanfaat!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
