Lewati ke konten
NutriClinic
Work and Wellbeing

Ini Dia Fakta Bahaya Lembur Bagi Kesehatan!

Ditulis oleh Kinanthi Dewi Mutiek4 menit baca
Ini Dia Fakta Bahaya Lembur Bagi Kesehatan!

Halo NutriCiers!

Siapa nih disini yang hobi lembur? Yap, semangat bekerja boleh-boleh saja ya NutriCiers, namun tetap ketahui batasan dan cara menyeimbanginya dengan kehidupan pribadi. Faktanya, terlalu sibuk bekerja sampai terasa seperti “candu” dapat membahayakan kesehatan dan berdampak di masa depan. 

Berikut beberapa dampak kerja lembur yang dapat terjadi bila dilakukan secara berlebihan, di antaranya:

1. Penyakit Jantung Koroner

Studi dari World Health Organization (WHO) menemukan bahwa overwork atau bekerja terlalu lama menimbulkan resiko kesehatan pada pekerja yang dapat menyebabkan kematian ratusan ribu pekerja setiap tahunnya.

Hasil studi lain juga menyebutkan bahwa jam kerja yang terlalu panjang mengakibatkan hilangnya nyawa 745 ribu orang pada tahun 2016. Selama tahun 2000-2016 jumlah kematian 42% diakibatkan karena penyakit jantung dan 19% karena stroke.

Orang yang bekerja lebih dari 55 jam perminggu punya resiko 35% terkena stroke dan 17% terkena penyakit jantung. Hal ini dikarenakan ketika seseorang mengalami overwork akan terjadi peningkatan kerja jantung yang melampaui beban jantung normal sehingga secara otomatis jantung akan menggunakan mekanisme kompensasi dimana mekanisme kompensasi ini merupakan daya kerja cadangan jantung yang digunakan untuk mengatasi beban kerja jantung yang berlebih jika sudah overload maka bisa terjadi gagal jantung.

Selain itu, akan ada peningkatkan tekanan darah yang dihasilkan dari kerja jantung tadi. Kelelahan yang berkepanjangan atau ekstrem dapat memicu peningkatan tekanan darah.

Respons tubuh terhadap kelelahan adalah dengan meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatik. Hal ini mengakibatkan peningkatan tekanan darah, yang pada gilirannya, dapat menambah beban kerja jantung. Bagi individu dengan predisposisi terhadap penyakit jantung, peningkatan tekanan darah dapat menjadi pemicu serangan jantung.

2. Diabetes Melitus

Kerja terlalu lama dapat menyebabkan peningkatan stress psikososial. Stres yang berulang dapat menyebabkan deregulasi metabolisme glukosa melalui mekanisme neuroendokrin (katekolamin, glukokortikoid, dan peradangan) sehingga akan menyebabkan kenaikan glukosa dalam darah.

Menurut sebuah studi terkini yang menggunakan data dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional Korea, jam kerja yang panjang (>52 jam per minggu) dikaitkan dengan kontrol glikemik yang buruk (HbA1c > 9%) dibandingkan dengan jam kerja yang lebih pendek (>40 jam per minggu) hanya di kalangan pekerja perempuan lanjut usia dengan diabetes.

3. Obesitas

Jam kerja yang terlalu panjang membuat terjadinya perubahan pola hidup, dimana seseorang akan jarang melakukan olah raga dan pola makan yang tidak teratur. Overwork yang berlangsung lama akan mempengaruhi keseimbangan hormon di dalam tubuh.

Tubuh akan menahan pengeluaran hormon leptin  sehingga membuat respon tubuh resisten terhadap hormon tersebut yang berdampak pada peningkatan nafsu makan dan sulit kenyang, tidak hanya itu, overwork apalagi dimalam hari akan mengubah jenis makanan yang di konsumsi, menimbulkan keinginan kuat untuk konsumsi makanan berlemak dan manis. Hal ini akan menyebabkan peningkatan berat badan secara drastis yang akan berdampak pada obesitas.

4. Depresi

Sebuah penelitian mengungkap bahwa orang yang bekerja 11 jam per hari lebih rentan mengalami stres daripada orang yang bekerja 7–8 jam per hari. Hal ini karena jam kerja yang panjang dapat mengurangi waktu santai dan memicu otak untuk bekerja terlalu keras.

Tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol saat terjadi kelelahan sehingga jika kondisi ini di biarkan terlalu lama maka akan dapat menimbulkan gangguan kesehatan mental.

Dari hasil penelitian diatas, sangat jelas bahwa akibat yang ditimbulkan dari overwork ini tidak main-main, oleh karena itu perlu dilakukan manajemen waktu yang baik agar tetap seimbang antara bekerja dan waktu untuk diri sendiri agar hormon didalam tubuh kita juga tetap seimbang.

Bagaimana jika sesekali tuntutan pekerjaan mengharuskan lembur?

Berikut beberapa tips untuk melakukan aktivitas lembur agar tubuh tetap sehat:

1. Konsumsi makanan yang seimbang

Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang membantu meningkatkan produktivitas dan mencegah terjadinya kelelahan pastikan konsumsi karbohidrat, protein, vitamin dan mineral dengan cukup.

Konsumsi dengan porsi kecil-kecil tapi sering untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan rasa lapar saat melakukan lembur.

2. Minum air putih yang cukup

Konsumsi air putih minimal 2 liter perhari untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh agar terhindar dari kelelahan dan dehidrasi yang dapat menurunkan konsentrasi saat kerja.

3. Sempatkan berolahraga

Meskipun sedang banyak kerjaan, alangkah baiknya selalu sempatkan untuk berolahraga 15-30 menit dengan tujuan untuk menjaga tubuh tetap menjaga kesei bangan hormonnya selian itu, dapat meningkatkan produktivitas dan membuat kita merasa lebih rileks.

4. Atur jam tidur

Tetap manajemen jam tidur tidap harinya meskipun anda sedang lembur, menurut penelitian pada seseorang yang berusia 25-60 tahun dibutuhkan waktu tidur 7-9 jam perhari.

Dengan menerapkan cara-cara diatas semoga teman-teman yang memang harus melaksanakan tanggung jawab kerja dengan lembur diharapkan tetap sehat.

Tetapi ingat, bekerja memang sebuah kewajiban akan tetapi memelihara kesehtaan tubuh kita juga wajib karena tubuh kita merupakan aset terpenting yang harus kita jaga dan kita syukuri. Mari bersama-sama evaluasi pola kerja dan pola hidup kita agar apa yang sedang kita jalankan bisa seimbang.

 Yuk Download Aplikasi Nutric.id di Play Store sebagai teman konsultasi gizimu!

Salam Gizi Sehat Berkualitas!

Tag:#Healthy#Information#kerja#pekerjaan#work from home#workaholic

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya