Lewati ke konten
NutriClinic
Work and Wellbeing

Tips Bagi Orang Tua untuk Mencegah Stunting pada Anak

Ditulis oleh Muthia Syifa Rahmadina2 menit baca
Tips Bagi Orang Tua untuk Mencegah Stunting pada Anak
Mengikuti pendidikan gizi pranikah, menerapkan pola asuh yang baik serta menjaga kebersihan merupakan hal-hal yang dapat diterapkan dalam mencegah stunting pada anak.

Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-vector/cute-baby-eat-complementary-feeding-puree-highchair_10541556.htm#page=1&query=complementary%20feeding&position=0

Hai NutriCiers!

NutriCiers mungkin belakangan ini banyak mendengar kata stunting. Stunting pada anak bukan hanya tubuhnya yang terlihat lebih pendek dari teman seusianya, tetapi terjadi juga gangguan pada pertumbuhan otaknya. Ini tentunya merugikan anak tersebut karena ia bisa jadi tidak berprestasi dan tidak produktif. Sebagai orang tua, bagaimana ya cara mencegah anak agar tidak stunting?

  1. Mengikuti pendidikan gizi pranikah

Sebelum menikah, pengetahuan mengenai kesehatan, termasuk gizi harus dipelajari terlebih dahulu. Ini dilakukan agar keluarga dan anak yang akan dikandung nantinya terjamin kesehatannya. Ini juga penting agar calon ibu tau akan pentingnya konsumsi makanan yang bergizi, beragam, dan sesuai kebutuhannya sehingga tidak pilih-pilih makanan. Dikarenakan stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi semenjak di kandungan ibu hingga anak berusia 2 tahun, maka asupan pada ibu hamil perlu diperhatikan.

  1. Pola Asuh yang Baik

Setelah anak lahir, inisiasi menyusui dini (IMD) perlu segera dilakukan untuk merangsang produksi ASI dan membuat hubungan anak-ibu menjadi dekat. Pada ASI di hari-hari pertama juga terdapat kolostrum (ASI pertama) yang berwarna kuning dan kaya akan zat gizi. Selanjutnya, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan anak juga perlu dilakukan. Ini artinya, anak tidak diberi makanan atau minuman apapun kecuali ASI, termasuk air putih sekalipun. Pada ibu pekerja, ibu bisa memerah ASI dan disimpan pada suhu ruang, lalu dititipkan pada pengasuhnya di rumah untuk diberikan pada anak. ASI ini bisa bertahan selama 6-8 jam. Usahakan sebelum pergi dan setelah pulang kerja, langsung berikan ASI pada anak. Agar produksi ASI tetap lancar, ibu bisa memompa ASI pada jam istirahat di kantor, tentunya di ruangan dengan suasana yang tenang, aman, dan nyaman. Sejak usia 6 bulan, pemberian ASI harus dibarengi dengan pemberian makanan pendamping (MP) ASI karena ASI saja sudah tidak mencukupi gizinya. Pemberian ini dilakukan hingga anak berusia 2 tahun. Frekuensi pemberian, tekstur, dan porsi MP ASI disesuaikan dengan usia anak.

  1. Menjaga Kebersihan

Orang tua harus menjaga kebersihan dan sanitasi karena jika tidak, maka bisa terjadi infeksi dan infeksi pada anak merupakan salah satu penyebab stunting. Sebelum memberikan ASI, ibu perlu mencuci tangannya. Jika habis pulang dari luar rumah, ganti pakaian terlebih dahulu dengan pakaian bersih. Saat mempersiapkan, mengolah, dan memberikan MP ASI juga harus dipastikan tangan ibu, bahan makanan, dan peralatan yang digunakan bersih dan bebas dari kontaminan, seperti rambut, kuku, debu, dan lainnya.

Itulah beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah terjadinya stunting pada anak. Yuk, mulai terapkan ini!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#ASI#Healthy#Information#laktasi#MP ASI#pendidikan gizi#pola asuh#pranikah#stunting

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya