Lewati ke konten
NutriClinic
Food and Beverage

Food and Mental Health: Sehatkan Jiwa Dari Apa Yang Anda Makan

Ditulis oleh Ivana Gelasia Lamudji2 menit baca
Food and Mental Health: Sehatkan Jiwa Dari Apa Yang Anda Makan
Kesehatan mental dapat dijaga dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang

Halo NutriCiers!

Tahukah NutriCiers kalau 10 Oktober adalah hari kesehatan jiwa sedunia? Selain kesehatan fisik, kesehatan jiwa juga penting untuk dijaga lho, NutriCiers.

Kesehatan jiwa adalah suatu keadaan individu yang bebas dari segala gangguan mental, merasa nyaman baik terhadap dirinya, maupun orang lain, serta mampu bekerja secara produktif, dan memenuhi tuntutan hidupnya. Layaknya kesehatan fisik, kesehatan jiwa bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pemilihan makanan. Mari kita ulas lebih dalam.

Bagaimana cara makanan mempengaruhi kesehatan jiwa?

Otak membutuhkan 20% energi dari total energi yang didapatkan lewat makanan yang dikonsumsi.

Energi yang dibutuhkan otak umumnya diperlukan untuk beraktivitas dan memproduksi dopamin (berperan dalam menghasilkan rasa senang) dan serotonin (berperan dalam mengatur suasana hati) yang sangat erat hubungannya dengan kesehatan jiwa.

Selain itu, nutrisi yang seimbang juga mampu meningkatkan kesehatan fisik sekaligus fungsi kognitif sehingga mengurangi stres dan meningkatkan mood.

Apa saja yang harus diperhatikan?

Tentu saja makanan yang sehat dan seimbang akan mendukung kesehatan fisik maupun mental. Menurut British Medical Journal, makanan sehat seperti konsumsi tinggi akan buah, sayur, kacang-kacangan; konsumsi cukup unggas, telur, produk susu; serta hanya konsumsi daging merah sesekali, akan menurunkan risiko depresi.

Sementara itu, makanan yang kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-6 seperti ikan, telur, kacang-kacangan, dan minyak nabati mempengaruhi proses penting di sistem saraf pusat sehingga baik untuk kesehatan otak dan efektif mengobati berbagai gangguan jiwa seperti depresi bipolar, ADHD (gangguan pemusatan perhatian), dan PTSD (gangguan stres pascatrauma).

Apa saja yang harus dihindari?

Kekurangan nutrisi adalah salah satu faktor penyebab stres, penurunan fungsi kognitif, dan peningkatan risiko depresi. Berdasarkan European Neuropsychopharmacology Journal, kekurangan vitamin, khususnya vitamin B12 akan mengganggu kinerja kognitif dan menyebabkan kelelahan, depresi, dan menurunkan kualitas memori.

Vitamin B12 bisa ditemukan dalam salmon, telur, produk susu, dan sereal. Namun, bukan berarti hanya vitamin B12 yang perlu diperhatikan ya NutriCiers, semua gizi harus dikonsumsi secara seimbang untuk menghindari kekurangan gizi dan mendapatkan manfaat yang optimal.

Selain itu, kebiasaan seperti melewatkan atau menunda makan, dan mengonsumsi makanan yang tinggi gula dan lemak jenuh seperti junk food dapat menjadi salah satu faktor penyebab gangguan mental.

Oleh karena itu, penuhi gizi secara seimbang lewat makanan Anda, dan jangan lupa untuk makan tepat waktu. Ingat, dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Mari kita jaga kesehatan mental bersama-sama, dan pilih makanan yang tepat untuk jiwa Anda.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#buah#buah-buahan#daging#Depresi#gizi seimbang#Hari Kesehatan Jiwa Sedunia#Healthy#ikan#Information#kacang-kacangan#kesehatan#kesejahteraan#makanan#mental#mental health#penyakit#protein#sayur#sayur-sayuran#sehat#stress#susu#telur#vitamin

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (3)

  1. Herman

    13 Februari 2021

    Terimakasih info nya

  2. Ali

    13 Februari 2021

    Makasih infonya kak

  3. Amanda

    14 Februari 2021

    Sangat bermanfaat????

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Hubungan Alergi Makanan dengan Asma

Hingga saat ini belum ditemukan adanya hubungan langsung antara alergi makanan dengan asma, tetapi beberapa penelitian telah mengarah pada kemungkinan tersebut. Sumber gambar : https://www.freepik.com

Sabela Nadhira Rakhmatika